Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Bupati Banyumas Cuek, Tokoh Muda NU Bereaksi

BANYUMAS. JATENG. CAKRAWALA.CO – Adanya wacana Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razhi terkait larangan celana cingkrang dan cadar oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), namun tak ditanggapi di daerah aecara serius, tokoh muda dari Nahdathul Ulama (NU) bereaksi. Sikap itu muncul setelah Bupati Banyumas Ir Achmad Husein tampaknya cuek dalam menyikapi wacana ini.

Tokoh Muda NU Banyumas, Agus Maryono mengatakan, mestinya bupati mengikuti perkembangan dan wacana yang kini sedang berlangsung di ranah nasional. Dengan demikian dalam menyampaikan statemen akan nyambung

“Soal cadar dan celana cingkrang yang akan dilarang oleh Menag itu kan gebrakan awal yang merupakan komitmen dalam melibas radikalisme. Dan itu adalah perintah Presiden Jokowi, dimana sebagai Menag itu adalah salah satu tugas pentingnya,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Mar ini.

Gus Mar menyatakan, cadar dan celana cingkrang adalah identitas yang kerap dipakai oleh para pelaku teroris, juga radikalis sejauh ini. Meskipun Gusmar sepakat bahwa tidak seluruh identitas pakaian itu adalah penganut faham radikal.

“Menag mungkin dalam tahap menghapus simbolnya dulu sebelum masuk kepada substansi ajaran radikalnya. Saya mendukung Menag dengan gebrakannya itu.Sama seperti bendera hitam HTI, itukan bagian dari identitasnya yang juga harus dilarang,” tandasnya.

Bupati Banyumas, Achmad Husein juga kembali memberikan pernyataan lanjutan kaitan hal tersebut. Menurutnya, dirinya tak bisa action hanya karena baca koran, karena ini adalah pemerintah.

“Himbauan sih ndak papa, kan seragam sudah ada aturannya, ya kembali ke aturan saja. Hanya aturan kan tidak menyebutkan tidak boleh cingklang cingklung . Mungkin permendagri tinggal nambahi saja tidak boleh cungklang gitu,” terangnya. (Angga Saputra / cakrawala.co)