Cakrawala News
Portal Berita Online

Buntut Makam Misterius, Warga Kelutan Trenggalek Bawa Masuk Keranda Mayat ke Kantor Dewan

0 299

TRENGGALEK CAKRAWALA.CO – Buntut keberadaan makam yang diduga misterius di Kelurahan Kelutan Kabupaten Trenggalek, warga geruduk DPRD Trenggalek, Jum’at (17/6/2022).

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari mediasi sebelumnya yang digelar di tingkat kelurahan dan kecamatan, hingga penandatanganan petisi oleh warga.

Dikarenakan beberapa aksi belum menemukan titik terang sesuai keinginan, warga lalu mengadu ke wakil rakyat.

Warga gotong royong membawa keranda mayat masuk ke ruang hearing Gedung DPRD Trenggalek sebagai jaminan dan tidak boleh dipindahkan sampai makam misterius tersebut dibongkar untuk dipindahkan.

Ketua RT 14 Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek Suroso mengatakan, tindakan tersebut sebagai aspirasi warga untuk meminta makam misterius tersebut dipindahkan.

“Kami hanya menyampaikan aspirasi saja terkait makam misterius yang berada di tanah pribadi tersebut untuk dipindahkan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan makam misterius di tanah pribadi yang berdekatan dengan pemakaman umum kelurahan Kelutan itu dibeli dadakan tanpa sepengetahuan warga maupun pemangku kebijakan setempat sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Karena tanah tersebut pembelinya dadakan pada malam hari, selanjutnya besoknya tiba-tiba digunakan untuk pemakaman, bahkan pembayaran tanah tersebut diselesaikan setelah adanya gejolak warga,” ujarnya.

Ia mengaku warga tidak mempermasalahkan pemakaman digunakan untuk memakamkan siapapun, akan tetapi warga menolak tawaran hibah perluasan makam karena bisa mengganggu. Selain itu area pemakamannya masih luas dan masih bisa menampung banyak.

“Kita tidak mempermasalahkan siapa yang dimakamkan di Kelutan. Kalau ada tawaran penambahan lokasi makam, hal itu tidak perlu, karena area makam Kelutan masih luas, kasihan warga yang disekitar situ bisa terganggu karena semakin berdekatan dengan rumah warga yang jaraknya kurang lebih 50 meter,” jelasnya.

Warga Kelutan berharap, kedatangannya ke kantor DPRD ada titik terang tapi ternyata tidak. Dewan tidak ada putusan untuk memfasilitasi pemindahan makam tersebut.

“Hasil hearing tidak menemukan titik temu namun kita punya catatan bahwa dalam waktu satu pekan, pemerintah harus memutuskan untuk memindahkan makam tersebut. Kita ini milik rakyat jadi keputusannya itu dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Mau tidak mau kita nanti minta difasilitasi untuk memindah makam tersebut,” jelasnya.

Sementara itu usai memimpin hearing, Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Agus Cahyono mengatakan, agar permasalahan pemakaman ini diselesaikan dengan jalan musyawarah.

“Sudah kita mediasi sampai akhir rapat tidak ada titik temu, selanjutnya kita memberikan opsi atas permasalahan ini kepada pemerintah daerah untuk memberikan keputusan dan hasil putusan itu yang akan ditaati oleh kedua pihak,” kata Agus.

Menurut Agus permasalahan ini sudah berlarut terlalu lama. Karena dalam forum yang dilaksanakan, kedua belah pihak masih bersikukuh pada pendiriannya , warga ingin makamnya dipindahkan, sedangkan dari pihak keluarga meminta makamnya tidak dipindah

“Masalah ini sudah berkepanjangan mulai 12 mei 2022 sampai dengan tanggal 16 juni 2022. Kita berharap warga tidak bertindak main hakim sendiri, tetap satu koridor koordinasi musyawarah mufakat. Harapan kita tidak terjadi masalah, dari opsi yang diberikan warga selama satu pekan ini mudah mudahan ada mufakat dari kedua pihak,” tutupnya. (ag)

Leave A Reply

Your email address will not be published.