Cakrawala News
Portal Berita Online

BUMI JAWA FESTIVAL 2018

6

SLAWI, JATENG, CAKRAWALA. CO – Bumijawa Festival 2018 resmi digelar di Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. ‎Festival di lereng Gunung Slamet ini menjadi upaya untuk mengangkat potensi pariwisata di desa.

Sejumlah acara, pentas ‎kesenian dan penampilan dari sejumlah seniman dan komunitas mengawali festival yang baru pertamakali digelar tersebut pada Sabtu (3/2) pagi. Di antaranya kirab budaya, seminar, workshop musik, tari topeng endel oleh maestro tari topeng endel Suwitri, wayang pring, tari Guci dan teater Cempaka.

Beragam acara dan pentas seni tersebut digelar dan ditampilkan di dua panggung unik yang didirikan di sekitar kawasan Tuk Mudal yang menjadi salah satu destinasi wisata Desa Cempaka.‎ Kawasan yang tersembunyi di antara rerimbunnya pohon bambu ini pun dipadati pengunjung yang datang dari Kabupaten Tegal dan luar daerah bahkan manca negara.

ads bukopin

Tak hanya kesenian tradisional, sejumlah seniman luar negeri juga dijadwalkan tampil pada hari kedua pelaksanaan, Minggu (4/2). Ada juga kolaborasi Bupati Tegal yang juga dalang Enthus Susmono ‎dan penyanyi Trie Utami. Pada puncak festival yang dihelat kerjasama Pemkab Tegal, Pemdes Cempaka, Pokdarwis, dan sejumlah komunitas lainya.

Wakil Bupati Tegal ‎Umi Azizah yang datang membuka festival mengatakan, penyelenggaraan Bumijawa Festival 2018 menunjukkan kekayaaan dan keberagamaan seni tradisional yang dimiliki masyarakat Kabupaten Tegal.

“Inilah potensi wisata desa yang bisa dikelola sebagai atraksi wisata. Untuk itu saya minta event semacam ini bisa diselenggarakn kembali di tahun-tahun berikutnya dan bisa direplikasi desa-desa lainnya dengan keunggulan yang spesifik sebagai daya tariknya,” katanya.

Umi menyebut beragam acara yang digelar sangat menarik dan menghibur. Dia berharap Bumijawa Festival 2018 bisa menambah khazanah kepariwisataan di Kabupaten Tegal terutama menyangkut destinasi wisata desa yang akan berdapak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Lewat gelaran Bumijawa Festival 2018 yang bernuansakan etnis pedesaan ini diharapkan tidak hanya mampu menyedot animo pengunjung atau wisatawan, tetapi juga ajang pembuktian bahwasanya masyarakat dea mampu berperan sebagai pelaku usaha,” tandasnya. (Azril)

Comments are closed.