Bulan Puasa, Trotoar Tanah Abang Dijaga Satpol PP, Wawalkot: ‘Pedagang Lewati Garis Kuning Jangan Diangkut, Halau dan Dorong Saja’

JAKARTA, CAKRAWALA CO- Untuk mencegah berhamburan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari segala penjuru yang datang menggelar lapak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat saat menjelang bulan puasa Ramadhan.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat tetap melakukan penjagaan di kawasan Tanah Abang oleh petugas Satpol PP.

Hal tersebut diungkapkan, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, saat blusukan didampingi Kasatpol PP Jakpus Bernard Tambunan, Camat Tanah Abang Yassin Kurniawan Pasaribu dan Kasatpol PP, Aries Cahyadi, di kawasan Tanah Abang, tadi pagi, Senin (29/04/2019).

“Gak Colling Down kok. Ini kita sedang melakukan penyisiran pedagang di kawasan Tanah Abang supaya mereka tertib berdagang,” ucap Irwandi.

Lanjut Irwandi menambahkan, caranya dengan menegur dan menghalau pedagang agar tidak keluar garis kuning di pedestrian atau trotoar di kawasan Tanah Abang.

“Sejak pagi tadi, saya turun langsung ke lapangan. Sesuai instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta, kita ingatkan pedagang dengan cara persuasif. Selama bulan puasa ini petugas Satpol PP juga akan disiagakan mulai pukul 07. 00 Wib pagi hingga pukul 17.00 Wib sore.

Sekedar diketahui, para pedagang mulai menggelar dagangan pada pukul 09.00 Wib. Untuk mengantisipasinya, mantan Kadis KUKMP Provinsi DKI Jakarta ini mengimbau agar petugas Satpol PP dan Perhubungan Jakpus sudah melakukan penjagaan sebelum para pedagang menggelar lapak dengan jumlah kekuatan sebanyak 250 petugas Satpol PP dan 70 Sudin Perhubungan Jakpus.

“Saya tegaskan Satpol PP dan Perhubungan harus cepat dari pedagang. Untuk berjaga-jaga di kawasan Tanah Abang mulai dari Jalan Jatibaru Bengkel, Jatibaru Raya dan Hotel Parmin dan sekitarnya,” kata Irwandi.

Ia juga mengingatkan, bagi pedagang agar mematuhi aturan seperti tidak melewati batas garis kuning pedestrian, supaya tidak tumpah.

“Kalau masih maju lewati garis kuning. Kita akan halau dan dorong saja pedagang liar yang menggelar lapak dagangan yang melewati garis kuning tempat jalur disabilitas. Lapak dagangan pedagang tidak diangkut. Kita hanya menata agar jalan tidak macet,” tandasnya. (Van)

Facebook Comments
%d bloggers like this: