Cakrawala News
Portal Berita Online

Budhi Sarwono: APBD Bukan untuk Plesir DPRD ke Luar Daerah

BANJARNEGARA.JATENG.CAKRAWALA.CO – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono akan memangkas anggaran perjalanan dinas Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Banjarnegara, untuk kunjungan ke luar daerah. Perjalanan dinas dimaksud adalah untuk kunjungan ke luar provinsi, ke daerah atau kabupaten lain, dan ke luar pulau. Kebijakan ini akan diawali pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2020 sampai akhir masa jabatan bupati pada tahun 2022.

Pernyataan tegas ini disampaikan bupati saat menerima tim Sensus Penduduk 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banjarnegara, di kediamannya, Sabtu (15/2/2020). Tim Sensus Penduduk dipimpin oleh kepala BPS Banjarnegara, Fachrudin Tri Ubayani.

Budhi menjelaskan, dana kunjungan ke luar daerah tersebut akan dialihkan untuk pertumbuhah ekonomi di Kabupaten Banjarnegara. Ia mengatakan setelah dihitung dana tersebut kurang lebih sebanyak 17,5 miliar rupiah per tahun, dan jika ada kenaikan selama lima tahun bisa mencapai 87,5 miliar rupiah hingga 100 miliar rupiah.

“Itu jumlah yang banyak sekali jika dialihkan untuk pertumbuhan ekonomi. Insya Allah pertumbuhan ekonomi akan lebih meningkat dengan dukungan dana yang cukup,” ujar Budhi.

Menurut Budhi, ada anggaran yang sayang dan diketahui banyak terbuang dalam kegiatan perjalanan dinas keluar daerah tersebut. Maka ia tak ragu untuk melakukan pemangkasan, dan mengalihkannya untuk pertumbuhan ekonomi di Banjarnegara. “Karena saya selalu berpegang pada otonomi daerah, itu kewajiban saya untuk memakmurkan masyarakat Banjarnegara. Kebijakan saya harus pro rakyat, bukan pro pejabat,” imbuh Budhi.

Budhi mengungkapkan, APBD Banjarnegara bukan untuk kunjungan ke Denpasar, Medan, Kalimantan, Makassar, atau Cirebon. “Mestinya kita bisa rumongso, daerah kita masih miskin. APBD nya cuma 2 tiriliun rupiah. Masih diambil 17,5 miliar untuk kunja kerja, yang mestinya ini bisa untuk pembangunan ekonomi,” tegas Budhi.

Bupati Budhi juga memaparkan, dengan gelontoran anggaran untuk prioritas pembangunan infrastruktur dan ekonomi, sejak ia menjabat angka kemiskinan di Banjarnegara terus menurun.

Mengutip data BPS, Budhi menyebutan, penduduk miskin di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2019 mencapai 136.100, mengalami penurunan tajam dari tahun 2018 yang sejumlah 141.720, atau turun sebanyak 5.620 jiwa. Dengan presentase penduduk miskin tahun 2018 masih 15,46 persen, di tahun 2019 turun jadi 14,76 persen.

“Harapan saya di tahun 2020 ini dengan penambahan alokasi dana untuk pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk miskin bisa berkurang lagi. Dalam pembangunan harus ada skala prioritas, dan prioritas saya konsisten, infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan ekonomi rakyat. Itu saja, jadi anggaran yang selama ini banyak terbuang akan saya alihkan untuk memperkuat prioritas tersebut,” pungkas Budhi. (Bayu Noer/ cakrawala.co)

%d bloggers like this: