Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Brigjen Pol Adnas Minta Jangan Lagi Ada Korban Selanjutnya

0 25

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO –  Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Sulsel Brigjen Pol Adnas meminta agar kasus kemantian AF salah satu mahasiswa UMI yang tewas tidak berbuntut panjang apalagi membawa nama organisasi daerah.

Orang nomor dua di lingkup polda sulsel itu berjanji akan bertemu dengan para pimpinan wilayah dan daerah untuk segera menyelesaikan kasus lama tersebut, selain itu Brigjen Pol Adnas juga akan mempertemukan kedua daerah yang sudah lama bersiteru yang tidak kunjung damai.

Polisi yang menahan tiga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Andi Fredi Akirmas atau AFA (21), mahasiswa fakultas hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar meninggal dunia di kampusnya, Selasa (11/12/2019) lalu.

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas mengatakan bahwa ketiga pelaku yakni Yusril Zakir (19), Indra Rusfandi (20), dan Syahrul (20) merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UMI. Yusril alias Ucil merupakan eksekutor yang melayangkan badik ke tubuh Fredi hingga meninggal dunia.

“Tadi malam kita dapatkan pelakunya yang melakukan penusukan kepada mahasiswa fakultas hukum bernama Andi Fredi Akirmas,” kata Adnas

Penganiayaan Mahasiswa UMI hingga Tewas, Brigjen Pol  Adnas mengatakan Indra dan Syahrul ditetapkan tersangka karena juga turut melakukan penyerangan kepada Fredi dan ketujuh rekannya saat sedang minum kopi di kafe bos yang berada tepat di samping fakultas hukum UMI.

Adnas mengungkapkan, Indra yang juga otak pembunuhan ini diamankan di Kabupaten Barru setelah melarikan diri sesaat usai melakukan penyerangan kepada Fredi dan ketujuh rekannya.

Tigs tersangka pelaku penikaman mahasiswa UMI yang ditangkap oleh tim Resmob Polrestabes Makassar

“Jadi peran mereka ini memang  berbeda-beda, Ada yang mengumpulkan hingga ada yang melakukan penyerangan sampai korbannya meninggal dunia,” Ungkap Wakapolda Sulsel.

Ketiga pelaku ini diamankan di posko resmob Polrestabes Makassar juga mengamankan barang bukti yang dipakai para pelaku melakukan penyerangan.

Senjata tajam berupa badik dan busur turut disita dari ketiga pelaku.  “Mereka diamankan dengan sejumlah barang bukti ini yang kita lihat. Dua bilah senjata tajam (badik).” Tambahnya.

Jendral Bintang satu itu mengatakan jika dirinya akan menyelesaikan kasus ini dengan menemui para pimpinan atau kepala daerah agar kasus yang sudah lama ini tidak berbuntut panjang.(Rez)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: