Cakrawala News
Portal Berita Online

BPOM Gorontalo Fokuskan Program Pangan Aman di Bone Bolango

GORONTALO CAKRAWALA.CO- Balai Pengawasan Obat dan Makanan(BPOM) di Gorontalo melalui prorgam BPOM RI, laksanakan program pengawasan pasar aman dari bahan berbahaya, dan intervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah yang difokuskan lokasinya di Kabupaten Bone Bolango.

Asisten I Bone Bolango Taufik Ismail menjelaskan, program yang dijalankan di Bone Bolango itu dalam rangka mempercepat upaya prefentif hidup sehat untuk meningkatkan produktifitas kesehatan melalui Inpres(Instruksi Presiden) nomor 1 tahun 2017 untuk mendukung Germas(Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

“Germas merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat guna meningkatkan derajat masyarakat, dimana salah satu tujuan germas yakni penyediaan pangan sehat terdepan dan terbaik,” ucap Taufik saat membuka kegiatan Advokasi kelembagaan desa yang dilaksanakan oleh BPOM di Gorontalo, di Hotel Horison Kota Gorontalo. Selasa (18/2)

Taufik melanjutkan, kegiatan ini juga kolaborasi lintas sektor yang dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak mengkonsumsi produk-produk pangan berbahaya.

Sementara itu, Kepala BPOM di Gorontalo Yudi Noviandi mengatakan, kegiatan BPOM RI yang dilaksanakan oleh BPOM di Gorontalo tersebut prihal tindak lanjut program nasional dalam hal pengawalan keamanan pangan di daerah.

Yudi menjelaskan, ada tiga program BPOM di Gorontalo yakni, melakukan intervensi di desa dimana desa tersebut harus pangan aman, kedua pasar dimana pasar itu mendistribusikan atau menjual produk pangan aman dan bebas dari bahan berbahaya, ketiga pangan jajanan anak sekolah untuk menjamin jajanan aman untuk dikomsumsi anak di sekolah.

“Tahun ini kita targetkan di Bone Bolango, target itu guna penurunan angka stunting, serta mendukung germas. Lima desa telah ditetapkan tinggal satu desa yang belum, satu desa itu tinggal menunggu SK dari Gubernur,” tuturnya.

Kata Yudi, melalui program ini harapannya, distribusi pangan yang baik kepada masyarakat bisa dilakukan dengan baik, sehingga masyarakat mengkonsumsi pangan yang aman, bergizi sehingga stunting bisa diminimalisir.

“Dengan kegiatan ini harapan kedepan, keamanan pangan di gorontalo jadi lebih baik, terutama di pasar kampus menjual produk pangan bahan makanan yang aman. Kedua, untuk bisa mengawal keamanan pangan yang ada di desa, kepada penjual kita akan latih, sehingga pangan yang dikonsumsi akan aman, karena desa juga bisa jadi objek destinasi wisata,” ucapnya.

Ia menginfomasikan, program ini dimulai sejak 2014, dan saat ini lokasinya difokuskan di Kabupaten Bone Bolango, dan kemungkinan tahun depan ke Kabupaten Gorontalo. Serta, ia menginformasikan tahun 2020,ada 20 sekolah yang diintervensi di Bone Bolango dengan target bintang keamanan pangan dikantin sekolah.

“Kantin disekolah itu harus memenuhi unsur keamanan pangannya, pangannya itu aman untuk dikonsumsi. Dan juga dari sisi higenisnya,” tutupnya.****(Fadhil)

%d bloggers like this: