Cakrawala News
Portal Berita Online

BPJS Kesehatan Utang 35 Milliar di RSUD Madiun

0 24

MADIUN, CAKRAWALA.CO-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih memiliki masalah yang bermuara pada defisit dana. Tercatat hingga akhir september 2019 tunggakan klaim BPJS di RSUD Kota Madiun mencapai 35 milyar rupiah.

Walikota Madiun Maidi mengatakan, ada beberapa hal yang harus dibicarakan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Ada beberapa hal yang harus disikapi terkait hutang dan tunggakan yang semakin banyak. Apalagi tahun 2020 iuran BPJS bakal naik 100 persen.

“Karena ini akan berpengaruh pada pelayanan. Karena bagaimanapun orang sakit harus dilayani prima, kalau ada kesulitan jangan sampai jadi kesulitan yang sakit, tapi kita yang sehat yang harus menyelesaikan,” ungkap Walikota saat menghadiri Forum Kemitraan BPJS semester II tahun 2019 senin 21 oktober 2019, di Hotel Aston Madiun.

ads bukopin

Walikota menambahkan, pihaknya berencana berkirim surat ke kementrian terkait, untuk menyampaikan apa yang menjadi kendala di daerah. Pihaknya juga berencana akan mengembalikan pelayanan kesehatan ke Jaminan Kesehatan Masyarakat Semesta (JAMKESMASTA), yang dikelola secara mandiri oleh Pemerintah Kota Madiun.

“Kita akan sampaikan ke kementrian terkait, apa yang jadi kendala kita di daerah. Sehingga langkah apa yang selanjutnya harus diambil bisa dijawab oleh pemerintah pusat,” kata Walikota.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan cabang Madiun, Tarmuji mengaku, sejumlah tunggakan pembayaran klaim rumah sakit dikarenakan dana dari kantor pusat belum turun. Pihaknya menyarankan kepada rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS untuk menerapkan pola dana talangan dari bank. Ini seperti yang sudah dilakukan oleh RS Widodo – Ngawi dan RS Darmayu – Ponorogo.

“Nominal tunggakan setiap rumah sakit berbeda. Dengan dana talangan ini nantinya, pihak rumah sakit tidak dibebani bunga, karena dibayarkan oleh BPJS,” jelas Tarmuji.

Tarmuji menambahkan, bagi peserta BPJS Kesehatan Kota Madiun yang menunggak adalah dari peserta perorangan yang mencapai 5 ribu jiwa. BPJS juga memiliki kader yang melakukan penagihan kepada peserta dengan mendatangi dari rumah ke rumah. Hal ini sebagai upaya agar para penunggak iuran bisa memenuhi kewajibannya. (Ayu/Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.