Cakrawala News
Portal Berita Online

BPBD Kabupaten Madiun Semprotkan Disinfektan, Sosialisasi Hidup Bersih dan Sehat

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Semakin meluasnya penyebaran virus Covid-19, mendorong Pemerintah Kabupaten Madiun untuk semakin gencar berupaya memutus rantai penyebarannya. Langkah yang diambil kali ini adalah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, melakukan penyemprotan disinfektan ke semua fasilitas umum di Wilayah Kabupaten Madiun, Rabu 25 Maret 2020.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi mengatakan, untuk sasaran penyemprotan cairan disinfektan, yang diutamakan adalah fasilitas umum yang sering digunakan berkumpulnya masyarakat. Baik
itu tempat ibadah, pendidikan, perdagangan dan sebagainya. Hal ini juga sebagai bagian dari edukasi kepada warga, dengan memberikan pemahaman bahwa Covid-19 sangat berbahaya.

“Untuk kali ini, sasaran penyemprotan dilakukan di 4 titik pasar yang ada di Wilayah Kabupaten Madiun. Yaitu, di Pasar Kajang Kecamatan Sawahan, Pasar Nglames Kecamatan Madiun, Pasar Sambirejo dan Pasar Sukolilo Kecamatan Jiwan,” jelas Zahrowi.

Zahrowi mengimbau kepada masyarakat, bahwa sesuai instruksi dari Pemerintah pusat hingga Daerah, masyarakat diminta tetap tenang di tengah situasi seperti ini. Serta untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan terus menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh dengan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, mengurangi kegiatan di luar rumah serta mengonsumsi asupan yang bergizi dan kaya vitamin.

“Dalam giat kali ini kami lebih menitikberatkan pada peningkatan kesadaran tentang pentingnya menjaga keselamatan secara disiplin dan mandiri. Terlebih penerapan Social Distancing, saat ini merupakan cara yang paling efektif,” imbuh Zahrowi.

Penyemprotan bakal dilakukan secara serentak di seluruh Wilayah di Kabupaten Madiun mulai tanggal 26 sehingga 28 maret 2020, dengan melibatkan unsur TNI – Polri. Sesuai petunjuk Bupati Madiun, Ahmad Dawami dalam rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Selasa lalu 24 Maret 2020. Untuk melibatkan sampai unsur paling bawah, seperti perangkat Desa, tokoh masyarakat, RT/RW dan karang taruna, untuk terus mengedukasi masyarakat bahaya Covid-19.*(ADV/Ayu)

%d bloggers like this: