Cakrawala News
Portal Berita Online

BPBD : Kabupaten Cianjur Urutan Pertama Potensi Bencana di Indonesia

6

CIANJUR,CAKRAWALA.CO – BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2018 terjadi sedikitnya 25 kejadian bencana alam di Cianjur.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Doddy Permadi melalui Sekretaris Sugeng Supriyatno kepada wartawan, Rabu (4/4/2018).

Sugeng menyebutkan, dalam Januari terdapat 10 kejadian bencana, Februari lima kejadian dan Maret terjadi 10 kejadian bencana alam yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.

ads bukopin

Bencana alam yang terjadi dalam kurun waktu itu, jelas Sugeng, di antaranya pergerakan tanah, gempa bumi, longsor, dan angin puting beliung. “Untuk bencana didominasi oleh kejadian pergerakaran tanah, dalam kurun waktu tersebut terdapat delapan kejadian. Kemudian disusul oleh kejadian gempa bumi sebanyak enam kejadian, dan banjir lima kejadian, serta longsor enam kejadian,”jelas sugeng.

Petugas Polres Cianjur saat mengevakuasi pohon tumbang

Dalam kejadian bencana itu, lanjut Sugeng juga menyebabkan bangunan milik masyarakat maupun umum terdampak, dan mengalami rusak mulai dari ringan hingga berat. “Kami terus mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan bencana untuk terus waspada dan berhati-hati dengan segala potensi bencana yang dapat terjadi tiba-tiba,” ucapnya.

Sugeng menuturkan, berdasarkan hasil kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi bencana di Cianjur itu nomor satu di Indonesia. Sebab, lanjut dia, berdasarkan hasil kajian itu terdapat Sembilan potensi bencana di Cianjur.

“Berdasarkan hasil kajian (BMKG), ada sembilan potensi bencana di Kabupaten Cianjur, di antaranya tsunami, gunung berapi, tanah longsor, banjir, pergerakan tanah, puting beliung, dan kekeringan, ada di Cianjur. Tingginya indeks resiko bencana bukan jadi bangga, tapi harus waspada,” tututrnya.

Untuk meminimalisasi timbulnya korban jiwa maupun materil, BPBD telah membuat rencana kontijensi dengan melibatkan semua unsur organisasi peringkat daerah (OPD) lainnya, termasuk TNI, Polri, dan ormas.

“Pada Desember lalu kami pernah mengadakan simulasi yang namanya rencana kontijensi. Jadi, semua elemen terkait terlibat untuk menanggulangi potensi kebencanaan. Kami terus siaga,” ujarnya.

Selain itu, sambung Sugeng, Pemkab Cianjur sudah menyiapkan dana siap pakai. Dana tersebut sewaktu-waktu bisa digunakan ketika terjadi bencana dalam skala besar.

“Sifatnya on call. Dana itu ada di pemda. Kalau terjadi (bencana), bisa langsung digunakan dengan dasar surat pernyataan dari bupati. Besaran nilainya tergantung kebutuhan dan melihat kerusakan infrastruktur. Makanya di BPBD terdapat bidang rekonstruksi dan rehabilitasi untuk menghitung nilai infrastruktur yang rusak berat, sedang, dan ringan,” tandasnya.***(ang/d_hen)

Comments are closed.