Bos Q-Net Miliki Istana dan Sederet Mobil Mewah dari Bisnis “Ora Umum”

MADIUN, CAKRAWALA.CO-Muhamad Kariyadi alias MK (48) warga Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun menjadi buah bibir warga Madiun bahkan Nasional.

Pria dengan lima istri ini tersangkut dalam kasus Money Games dengan sistem piramida. Cara kerjanya cukup simpel, yakni hanya melakukan pencatatan calon member di iming-iming mendapatkan gaji 3 juta Rupiah per bulan. Calon member diwajibkan membayar uang sebesar 10 juta Rupiah untuk bisa bergabung di bisnis tersebut.

Dari sinilah pundi-pundi rupiah didapatkan Muhamad Kariyadi dan berhasil membangun rumah bak istana lengkap dengan perabotan mewah yang melengkapi rumahnya. Tak hanya itu sederet mobil mewah mengisi garasi istana bercat putih ini. Mulai Porsche Boxter warna putih keluaran tahun 2012, Jaguar hitam metalic tahun 2007 hingga Mercedez Benz SLK 200 warna putih tahun 2010 berjajar rapi.

Tak hanya itu, ternyata di garasi di sisi lain rumah juga masih terdapat Hummer hitam, Toyota Alphard hitam, Nissan Juke, Toyota Fortuner putih dan Honda Jazz kuning. Dipastikan seluruh kekayaan dan gaya hidup yang mewahnya ini adalah hasil bisnis piramide QNet yang ia jalankan selama bertahun tahun.

Penelusuran di rumah kos DPO Niswatul dan Rika oleh Tim Cobra. (Foto/Ayu)

Dan nasibnya seketika berubah setelah Tim Cobra Polres Lumajang, yang dipimpin Kasatreskrim AKP Hasran Cobra menangkapnya pada 3 september 2019 lalu. Bos bisnis Q-Net dengan tagline “Ora Umum” ini kini harus mendekam dibalik jeruji besi Polres Lumajang.

“Jadi berawal dari laporan anak hilang di Polres Lumajang yang meminta uang 10 juta rupiah sebagai tebusan. kami lakukan penyelidikan hingga akhirnya kami temukan anak tersebut di tempat tersangka Kariyadi menjalankan bisnis Q-Net ini,” jelas Hasran.

Tak berhenti sampai disitu, serangkaian proses hukum terus bergulir, hingga pada 10 september Tim Cobra melakukan pemasangan Police Line di salah satu aset Muhamad Kariyadi.

“Pemasangan Gris Polisi ini sebagai salah satu upaya pencegahan indikasi pemindahan aset tersangka,” kata AKP Hasran.

Tak puas pada pemasangan garis kuning Polisi, Tim Cobra terus melakukan pengembangan penyidikan dengan mendatangi salah satu tempat kost yang diduga menjadi tempat tinggal karyawan Muhamad Kariyadi.

Di rumah kost di RT 11 RW 02 Desa Kaibon, Kecamatan Geger – Kabupaten Madiun inilah 2 target Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Lumajang tinggal. Adalah Niswatul dan Rika yang merupakan member sekaligus motivator. Mereka bertugas merekrut calon member baru untuk bergabung dengan bisnis Q-Net ini.

“Wanita berusia 28 tahun asal Semarang Jawa Tengah ini merupakan salah seorang anak buah Karyadi yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Lumajang,” tegas Hasran

Di rumah kos milih Sajari (62) tersebut petugas melakukan pengecekan ke dalam kamar kos Niswatul dan menemukan beberapa barang miliknya. Di antaranya, buku daftar member baru, catatan kata-kata penyemangat, serta buku harian. Foto Niswatul bersama temannya juga tertempel pada kaca lemari di dalam kamar tersebut.

“Statusnya masih kost disini, baju dan barang – barangnya masih ada dikamar tapi saya telpon tidak diangkat,” terang Sajari. (ayu/win)

Caption Foto : DPO Niswatul (kanan depan) saat sedang wisata arung jeram.

Facebook Comments
%d bloggers like this: