Cakrawala News
Portal Berita Online

Bom Susulan di Surabaya, Pelaku Masih Bernafas Tapi “Dimatiin”

3

SURABAYA, CAKRAWALA.CO,- Bom yang meledak di tiga gereja di Surabaya belum selesai diurus, ada lagi bom meledak di belakang Polsek taman Sidoarjo, tepatnya di sebuah rusunawa atau rumah susun sewa.

Awalnya bom meledak karena ada pelaku yang sedang merakit bom lalu anaknya “kesrimpet” kabel lalu meledak. Anak itu sudah dilarikan ke rumah sakit.

Kabar berikutnya polisi Tim Densus datang dan menangkap lelaki bernama Anton di sebuah kamar blok B lantai lima. Di situlah polisi menembak Anton hingga tewas padahal ia masih bernafas. Rupanya polisi mengaku tidak ingin mati konyol, daripada didahului, mending dimatiin aja. Saat itu Anton memang memegang sumbu atau tombol bom rakitan yang siap meledak.

ads bukopin

“Tangannya pegang switching (tombol peledak). Akhirnya kami lumpuhkan,” kata Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung di lokasi kejadian, Senin (14/5/2018) dini hari seperti dikutip Kumparan (14/5/2018).

Selain Anton ada dua jenasah lain yang ada di dalam unit tersebu, yakni isterinya dan seorang anaknya. Satyu lagi anaknya masih hidup dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka serius.

Apa yang terjadi di Rusunawa di Wonocolo, Taman Sidoarjo bisa diduga sebuah rangkaian atau jaringan orang-orang yang sesat dalam menghadapi dunia. Dunia ini adalah anugerah yang harus dimakmurkan dengan menggunakan akalnya, yang terkadang memang penuh duri dan onak. Banyak cobaan dan tantangan, tetapi dihadapi dengan sumbu pendek. Maka, yang terjadi bukannya kedamaian, malah kenistaan.

Padahal istiqomah dalam menghadapi ujian itulah sesungguhnya nilai perjuangan, bukan memusnahkan diri. Wallahu a’lam (fur/14/5/2018).

Comments are closed.