Cakrawala News
Portal Berita Online

BNPT Libatkan Civitas Dalam Penanggulangan Terorisme di Sulsel

0 152

MAKASSAR,CAKRAWALA.CO – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan kegiatan dialog public terkait penanggulangan terorisme di lingkungan kamps. Dialog public yang di selanggarakan via zoom ini dikarenkan masih dalam situasi pandemic covid 19, sehingga pihak kampus membukan dan mengundang melalui aplikasi zoom.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid SE,MM, mengatakan, BNPT akan meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi dalam upaya penanggulangan merebaknya paham radikalisme guna masifikasi aksi pencegahan tindakan terorisme khusuya di Sulawesi selatan.

“Data yang ada, para pelaku tindakan radikalisme dan aksi terorisme ternyata banyak yang merupakan alumni kampus-kampus perguruan tinggi terkemuka dan ternama di Indonesia. Paham radikalisme yang bisa berujung aksi terorisme itu sudah masuk kampus sejak 30 tahun silam, sedangkan upaya pencegahan dengan keterlibatan dunia kampus baru masif 4 tahun ini,” kata Brigjen Pol Ahmad pada acara Dialog Pelibatan Civitas Akademica dalam Pencegahan Terorisme Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Auditorium AL-Jibran Kampus UMI Makassar,selasa (03/11/2020).

Peserta Dialog Pelibatan Civitas dalam penanggulangan terorisme di lingkungan kampus yang diadakan BNPT Bekerja sama dengan UMI Makassar

Jendral Bintang satu tersebut menegaskan meski intensitas aksi-aksi terorisme secara nasional sudah mengalami penurunan dibandingkan masa-masa sebelumnya. Namun, intensitas penyampaian paham radikalisme agar bisa memicu aksi terorisme tidak pernah berhenti. Intensitas aksi terorisme sudah jauh menurun berkat deteksi dini dan keterlibatan penuh masyarakat dalam upaya pencegahan.

“Dunia pendidikan khususnya PTN maupun PTS mesti terlibat aktif dalam upaya penurunan derajat penyebaran faham radikalisme tersebut,” tandasnya.

Ahmad menyebutkan, hasil penelitian BNPT-FKPT se-Indonesia menunjukkan, upaya penangkalan paham radikalisme itu bisa melalui kearifan lokal, peningkatan kesejahteraan, keterbukaan dan kebebasan, kepercayaan umum, keadilan dan pertahanan dan keamanan.

“Kearifan lokal diketahui memiliki kemampuan tertinggi dalam upaya penangkalan masyarakat atas radikalisme,” tegasnya.

Dialog tentang pencegahan terorisme ini, merupakan kerja sama BNPT-FKPT dan Universitas Muslim Indonesia yang diikuti sejumlah akademisi, mahasiswa dan pihak kepolisian yang diwakili oleh kapolsek Panakukang Kompol Jamal Fathur Rakhman Sik MH.

Brigjen Pol Ahmad menambahkan jika Dialog yang melibatkan perguruan tinggi ini menjadi sangat urgen dalam proses bersama-sama untuk pencegahan paham radikalisme dan aksi terorisme.

“Sehingga kampus bisa menjadi epicentrum damai, perekat bangsa ditengah-tengah masyarakat yang majemuk dalam bingkai NKRI,” tutupnya.(Rez/Ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.