Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Blangko eKTP Kehabisan Pasokan, Ribuan Warga Menunggu Hingga 5 Bulan

SURABAYA, CAKRAWALA.CO-Akibat terlambatnya pasokan blangko e-ktp sejak bulan April lalu, sebanyak 5800 warga di Kecamatan Tambaksari Surabaya hingga kini belum mendapatkan e-ktp. Warga yang mengurus e-ktp terpaksa pulang hanya dengan surat keterangan, dan dijadwalkan mengambil e-ktp dalam 5 bulan ke depan.

Permasalahan terlambatnya pasokan blangko e-ktp masih terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya di kecamatan Tambaksari yang merupakan kecamatan padat penduduk di kota Surabaya. Sejak bulan April lalu atau sudah 6 bulan lamanya, pasokan blangko e-ktp di kecamatan Tambaksari terhenti karena habis.

Akibatnya warga yang mengurus e-KTP, baik ktp baru, perpindahan maupun kehilangan, harus menunggu selama berbulan-bulan untuk bisa mendapatkan kartu tanda penduduk elektronik tersebut. Erni Susilowati misalnya, warga Tambaksari Surabaya ini mengaku kehilangan e-ktpnya dan kini mengurus baru, harus menunggu jadinya e-KTP sampai lima bulan ke depan. Hal tersebut, dinilai tidak efektif bagi warga yang membutuhkannya.

“Saya mengurus baru, e-ktp saya dikarenakan hilang dan persayratan sudah saya penuhi, karena saya sudah perekaman sebelumnya, jadi tinggal menunggu hasilnya sekitar 5 bulan kedepan dan hal ini sangat lama menurut saya, “ ujarnya mengeluh.

Antrian mengurus e-ktp di Kec. Tambaksari surabaya. (Foto/Gibran)

Sementara itu, menurut Ridwan Mubarun, Camat Tambaksari Surabaya dari data Kecamatan Tambaksari, sebanyak 5800 warga Tambaksari yang sudah melakukan perekaman, belum mendapatkan e-KTP akibat tidak adanya pasokan blangko. Padahal setiap hari setidaknya 60 warga mendatangi kantor kecamatan untuk memperoleh e-KTP. Jika tidak segera ada pasokan blangko dikhawatirkan antrian  akan semakin menumpuk.

“Jadi sejak bulan April kita kecamatan Tambaksari sudah tidak menerima blangko dari dispenduk, sedangkan rata-rata warga yang melakukan pengajuan e-KTP mulai dari perubahan data, KTP hilang, itu perhari rata-rata sekitar 60-70 dari bulan April hingga saat ini, sekitar 5800 yang belum dicetak,” ungkap Ridwan.

Ridwan Mubarrun, menambahkan jika blangko sudah tersedia maka petugas kecamatan akan di bagi dalam 3 shift untuk lembur pencetakan e-KTP terlebih saat mendekati pilwali.

“kalau ada blangkonya pasti kita lembur untuk cetak, pengalaman dulu ketika kejadian ini terjadi banyak warga yang belum mendapatkan e-KTP, ketika ada, kita bisa mencetak 200-300 KTP tiap harinya, kalau dibutuhkan kita bisa bikin 3 sift,” imbuhnya. (GIbran/Win)

%d bloggers like this: