Bis Sholawat Mekkah Siap Layani Jamaah Haji Indonesia Selama 24 Jam

MEKKAH, CAKRAWALA.CO – Keberadaan transportasi selama musim haji sangat penting bagi jamaah haji Indonesia, terutama untuk jamaah yang pemondokannya berjarak jauh dari Masjidil Haram. Pemerintah  melalui Kementerian Agama berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan menghadirkan Bis Shalawat 24 jam di Mekkah untuk melayani transportasi jamaah haji Indonesia selama musim haji 2019.

Tidak seperti pengelola haji dari negara lain, Indonesia berusaha lebih maksimal melayani jamaahnya dengan memberikan layanan transportasi 24 jam yaitu dengan menghadirkan bis Sholawat. Adapun jenis bis yang digunakan adalah bis dengan kapasitas 70 orang.

Tahun 2019 ini kemenag melakukan perubahan atas layanan bis shalawat bagi jamaah haji dengan jarak pemondokan minimal 1000 m. Pada tahun-tahun sebelumnya, bis shalawat hanya disediakan untuk pemondokan yang berjarak lebih dari 1500 m.

Pada tahun ini, ada sembilan rute yang akan dijangkau oleh bis sholawat ini, yaitu rute yang menghubungkan daerah daerah Jamarat, Mahbas Jin, Bab Ali, Jiad, Syisyah 1, Syisyah 2, Raudhah, Jarwal, Misfalah dan Rea Bakhsy

Area penjemputan biasanya pada titik titik tertentu disekitar Maktab Hotel Pemondokan Jamaah haji Indonesia dan pembuatan rute bis shalawat sudah diperhitungkan dengan matang agar jamaah haji tidak terlalu jauh berjalan menuju titik penjemputan atau terminal bis shalawat.

Ada 3 terminal yang akan dilalui oleh jamaah haji Indonesia  yaitu Terminal Syib Amir, Terminal Jiad dan Terminal Bab Ali. Dari ketiga terminal tersebut, yang memiliki kapasitas dan kepadatan jamaah haji terbesar adalah Terminal Syib Amir seperti yang dijelaskan oleh Kemenag.

“Dari sembilan rute tersebut, jamaah akan terkonsentrasi pada tiga terminal yaitu: Bab Ali dengan jumlah jamaah sekitar 41.000, Syib Amir dengan jumlah jamaah kurang lebih 124.000, dan Terminal Jiad dengan jumlah jamaah mencapai 51.000,” tambah Menag.

Yang perlu diwaspadai lagi adalah terutama saat pulang dari Masjidil Haram ke pemondokan setelah shalat Isya’, mungkin akan ada antrian panjang pada terminal terminal tersebut terutama Syib Amir. Kemungkinan akan ada jamaah haji yang rela berdiri di dalam bus agar cepat sampai ke pemondokan. (Dikutip dari portal kesehatanhaji.com 2019) ***Redaksi Nasional

Facebook Comments
%d bloggers like this: