Cakrawala News
Portal Berita Online

Petugas Rehabilitasi Ikuti bimtek krisis intervensi tentang Narkoba

CIANJUR,CAKRAWALA.CO- Puluhan Petugas Rehabilitasi mengikuti bimbingan teknis intervensi krisis untuk konselor/ pekerja sosial dan pemerhati ilmu adiksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan Forum Lembaga Rehabilitasi Sosial Napza Indonesia (Forsos Napsa) Jawa Barat, IKAI (Ikatan Konselor Adiksi Indonesia) dan Yayasan Penuai Indonesia.

 

Acara yang berlangsung di aula Yayasan Penuai Indonesia kampung Ciguntur, Cipendawa, Cianjur, Jawa Barat. Dihadiri Kepala BNNK Cianjur, AKBP Basuki, Hendrik Wowor Ketua Forsos Napza Jawa Barat, Ketua IKAI Jawa Barat, Sam Nugraha dan Irwan Stevanus Pembina Yayasan Penuai Indonesia.

 

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 26 hingga 29 Mei 2019. Para peserta akan dibekali berbagai materi Training Expectation, bahaya dan kesempatan dalam krisis dan penyebab- penyebab krisis.

 

Menurut Kepala BNNK Cianjur AKBP Basuki, pihaknya  sangat mendukung adanya bimtek krisis intervensi tentang Narkoba yang digelar oleh Forsos Napza Jabar. Hal itu bisa mendongkrak kualitas sebagai konselor yang nantinya akan kembali dipaparkan ke relawan – relawan yang tersebar di setiap masing – masing Kabupaten/Kota khususnya di Kabupaten Cianjur.

 

“Biar bagaimanapun rehabilitasi itu merupakan suatu hal yang penting, dan bagaiamana caranya agar si pecandu narkoba ini tidak lagi menyalahgunakan narkoba,” katanya.

 

Ketua Forsos Napza Jawa Barat Hendrik Wowor mengatakan, setiap tempat – tempat rehabilitas dipastikan punya misi yang berbeda namun meskipun memiliki tujuan yang sama. Menurutnya ada standar yang harus dikerjakan, dengan begitu ujung tombaknya ada pada konselor tersebut.

“Jadi mereka (konselor) ini selain berbekal semangat , juga kita bekali dengan keterampilan yang mumpuni tentunya,” terang Hendrik Wowor, kepada cakrawala.co, Senin (27/5) di Yayasan Penuai Indonesia.

 

Dikatakannya, adapun materi yang disampaikan ke 40 orang peserta ini merupakan materi yang berstandar Internasional. Wowor mengaku untuk tenaga Konselir di Jawa Barat sendiri belum terdata secara akurat, akan tetapi dirinya berdasarkan data tempat rehabilitas yang ada di Jawa Barat kurang lebih ada 34 yang terdaftar di Forsos Napza Jabar.

 

Pembina Yayasan Penuai Indonesia Irwan Stevanus mengatakan, saat ini pihaknya hanya memfasilitasi dari kegiatan bimtek yang digelar oleh Forsos Napza Jawa Barat.

Menurutnya, untuk memfasilitasi tersebut Yayasan Penuai Indonesia bekerjasama dengan Kementerian sosial untuk kegiatan bimtek para peserta tersebut.

“Kalau untuk di Yayasan Penuai Indonesia sendiri hampir semua menjadi konselor. Bahkan ada 3 orang psikolog dan juga lengkap dengan perawatnya,” ujar Irwan.***(d_hen).

 

%d bloggers like this: