Cakrawala News
Portal Berita Online

Bicara Mengenai Kepemimpinan Srikandi Indonesia, Sri Mulyani

0

Bicara Mengenai Kepemimpinan Srikandi Indonesia, Sri Mulyani

Davala Nisa (Mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia)

 

Siapa yang tidak tau Sri Mulyani? Sri Mulyani Indrawati adalah salah satu srikandi yang dimiliki Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia mulai dari periode Presiden SBY dan kembali menjabat pada periode Presiden Jokowi.

Memiliki beragam prestasi selama menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia.
Sri Mulyani mendapatkan title sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia pada tahun 2007 dan 2008. Wanita berpengaruh ke-2 di Indonesia dan ke-38 di dunia (Forbes, 2014). Tidak hanya sebatas itu, Sri Mulyani juga terpilih sebagai direktur pelaksana bank dunia.

Setelah menilik berbagai prestasi, kita akan melihat bagaimana kepemimpinan Sri Mulyani dalam menjadi pemimpin di Kementerian Keuangan Indonesia.

Manajer atau Leader?
Dalam sektor publik, dibutuhkannya pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang berpikir secara objektif dan dapat mempengaruhi, memotivasi dan mengarahkan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Bukanlah seorang manajer yang hanya berfokus kepada hasil tanpa melihat proses dari anggotanya.

Pemimpin adalah seorang yang memiliki kemampuan, sifat, watak dan kepribadian yang berbeda dengan orang lain dan mengakibatkan terdapat tingkah laku hingga gaya yang membedakan dirinya dengan yang lain (Kartono, 2010). Dengan begitu akan mempengaruhi perilaku dan gaya kepemimpinannya.

Sri Mulyani merupakan seorang pemimpin yang berhasil dalam memilih gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi organisasinya. Pada saat menjabat, Ia melakukan di Kementerian Keuangan. Hal ini membuahkan hasil yang positif terhadap organisasi dan negara.

Dengan mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional, Sri Mulyani berfokus kepada upaya perubahan dan pembaharuan di Kementerian Keuangan.

Menelisik Kepemimpinan Sri Mulyani
Kepemimpinan transformasional adalah pemimpin yang dapat mendorong para pengikutnya untuk menyampingkan kepentingan pribadi yang dapat membawa dampak yang mendalam bagi diri anggotanya (Robbins, 2010).

Pemimpin transformasional adalah visioner dan mendorong pengikutnya untuk melakukan melampaui harapan, serta sebagai agen perubahan dan memungkinkan organisasi untuk menanggapi perubahan dan mengatasi ketidakpastian lingkungan. Pemimpin transformasional fokus pada pembelajaran dan mendorong anggota organisasi untuk belajar dengan menciptakan iklim untuk belajar dan menekankan belajar pada pengalaman.

Sri Mulyani berhasil dalam mempengaruhi dan memotivasi para anggotanya untuk mencapai tujuan dari reformasi birokrasi. Dengan berani merombak birokrasi yang sudah tertanam sejak lama, kementerian keuangan dapat mempertahankan predikat sebagai Badan Publik Kementerian dengan Kualifikasi Informatif dalam penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik sejak 2013-2020 (Kementerian Keuangan, 2020).

Selama menjabat tidak ditemukannya korupsi, baik dirinya maupun para anggotanya. Hal ini terlihat bahwa penerapan kepemimpinannya sangat mempengaruhi dan memotivasi bawahannya untuk tetap berada pada tujuannya dengan penerapan nilai, seperti komitmen, antusiasme dan optimisme.

Kepemimpinan di Era Digital
Selain itu, tercermin gaya kepemimpinan Sri Mulyani yang mampu menghadirkan ide-ide baru dan inovatif. Hadirnya program transformasi digital menjadi contoh. Dalam program ini bukanlah sekedar e-government, tetapi adanya kemudahan dalam berinteraksi dan berinovasi untuk pembentukan tata kelola baru dalam menjalankan pemerintahan.

Sri Mulyani memanfaatkan teknologi digital dalam menghadapi keterbatasan dan perubahan yang terjadi begitu cepat di lingkungan organisasinya. Dengan mengambil sisi positif dari teknologi untuk kepentingan organisasi dan pemerintahan, Sri Mulyani sudah memiliki kesadaran akan pentingnya kepemimpinan di era digital atau digital leadership. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencapai tujuan dari organisasinya.

Dalam masa pandemi, menjadi kesempatan terlaksananya digital leadership di sektor publik khususnya di Kemenkeu. Dengan mempercepat penggunaan penggunaan teknologi di lingkungan kerja. Sebagai contoh merubah tanda tangan menjadi digital, mengeluarkan kebijakan ruang kerja yang digital dan lebih fleksibel.

Tidak hanya itu, Kemenkeu juga mengeluarkan rencana dalam penggunaan teknologi di sektor UMKM sebagai bentuk adaptasi dari masa pandemi.

Apa yang mempengaruhi keberhasilan kepemimpinan Sri Mulyani?

Kesuksesannya tidak lepas dari kekuasaan yang dimilikinya, yaitu legitimate power. Sri Mulyani menggunakan kekuasaannya dalam mempengaruhi dan memotivasi anggotanya untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan memiliki jabatan sebagai Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani mendapatkan kekuasaan formal dan resmi yang diberikan oleh pemerintah. Dengan begitu, Ia memiliki wewenang untuk memberikan perintah dan instruksi kepada anggotanya dan anggota harus mengikuti perintah tersebut.

Legitimate power adalah sebuah kekuasaan yang bersumber pada posisi jabatan yang diberikan oleh suatu organisasi kepada seorang pemimpin yang memiliki kekuasaan untuk mengendalikan dan menggunakan sumber daya di dalam organisasinya (Robbins & Judge, 2018).

Kepemimpinan Visioner yang Diterapkan Sri Mulyani

Namun, sebelum itu tahukah kamu apa itu kepemimpinan visioner?
Menurut para ahli, salah satunya Diana Kartanegara (2003) dalam Wuri, 2009. Kepemimpinan visioner merupakan sebuah pola kepemimpinan yang bertujuan untuk melakukan usaha dan kerja secara bersama-sama para anggotanya dengan pemimpin memberikan arahan dan menjelaskan visi dan misi yang jelas.

Dalam memimpin, dapat dilihat bahwa Sri Mulyani menerapkan gaya kepemimpinan visioner yang berdampak kepada keberhasilan program-programnya. Dengan berani melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan. Hingga merencanakan dan melaksanakan perubahan digital sebagai bentuk respons terhadap perubahan zaman.

Hal ini tidak lepas dari pengaruh kepemimpinannya terhadap anggotanya. Kemenkeu mengeluarkan sebuah program yang mendukung keberhasilan organisasi. Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Indonesia mengambil keputusan dengan menetapkan KMK-974/KMK.01/2016 tentang Gerakan Efisiensi yang berisikan wujud implementasi dari nilai-nilai Kementerian Keuangan dalam bentuk perubahan pola pikir dan perilaku melalui efisiensi pelaksanaan tugas dan efisiensi anggaran birokrasi.

Jika ditarik kesimpulan, keberhasilan dari organisasi Kementerian Keuangan tidak terlepas dari kepemimpinan Sri Mulyani. Dengan mengambil berbagai keputusan yang bertujuan untuk merubah dan memperbaiki birokrasi di organisasinya.

 

Kepemimpinan Gender

Terakhir, dengan terpilihnya Sri Mulyani menjadi pimpinan suatu organisasi mematahkan stereotip mengenai rendahnya kesempatan dan kualitas perempuan terpilih menjadi pemimpin. Dengan melihat keberhasilan yang diraih Sri Mulyani memperlihatkan bahwa gender tidak mempengaruhi kepemimpinannya.

Gender yang mengacu kepada suatu karakteristik perempuan dan laki-laki yang dikonstruksi secara sosial. Gender bersifat hierarkis dan menghasilkan ketimpangan yang berkaitan dengan ketimpangan sosial dan ketimpangan ekonomi.

Hal ini menyebabkan terpengaruhnya stigma masyarakat mengenai kepemimpinan perempuan. Perempuan dianggap tidak pantas dalam memimpin suatu perusahaan atau organisasi. Padahal, perbedaan karakteristik yang terdapat di dalam gender hanya mempengaruhi gaya kepemimpinan seseorang tanpa adanya diskriminasi suatu jenis kelamin dalam memimpin.

Dalam kepemimpinan Sri Mulyani, lebih mengedepankan komunikasi dengan anggotanya dan masyarakat untuk keberhasilan proses dari kebijakan keuangan. Hal ini terlihat dengan dipilihnya Sri Mulyani sebagai Best Communicators of The Year pada tahun 2018.

Membangun kesadaran para anggotanya juga menjadi salah satu ciri dari kepemimpinannya dengan berbagai kebijakan yang dibentuk di Kemenkeu. Ia dikenal dengan pemimpin yang mementingkan adanya komunikasi dan menghindari gaya kepemimpinan yang otoriter.

REFERENSI
Hendartyo, M. (2018, November 10). Raih Penghargaan, Sri Mulyani: Komunikasi Sangat Penting. Bisnis Tempo.co. Retrieved December 19, 2021, from https://bisnis.tempo.co/read/1144924/raih-penghargaan-sri-mulyani-komunikasi-sangat-penting
Kementerian Keuangan. (2020, November 26). Kementerian Keuangan Untuk Kedelapan Kalinya Dinobatkan Sebagai Kementerian Yang Informatif. Kementerian Keuangan. Retrieved December 15, 2021, from https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/kementerian-keuangan-untuk-kedelapan-kalinya-dinobatkan-sebagai-kementerian-yang-informatif/
Robbins, S., & Timothy, A. (2010). Perilaku Organisasi. Salemba Emoat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.