Cakrawala News
Portal Berita Online

Dipertanyakan Nasab ke NU-annya, BHS -Taufiqulbar Klarifikasi

0 1,978

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Calon Bupati Sidoarjo Ir.H.Bambang Haryo Soekartono dan Wakil Bupati Sidoarjo H.M Taufiqulbar, tidak perlu lagi diragukan ke NU annya. Pasalnya, dari garis keturunan atau nasab, keduanya bersambung ke para tokoh NU baik dari garis bapak maupun Ibu.

Bambang Haryo memiliki garis keturunan bersambung mulai Bupati Sidoarjo awal yakni Tjokronegoro I terus naik ke Raden fatah dan Brawijaya V. Sedangkan Taufiqulbar, memiliki garis nasab ke KH Husein Ilyas-KH Ilyas sosok kyai sepuh NU Jawa Timur.

Kedua Paslon ini menyatakan, secara kultural, darah NU mengalir ditubuh mereka. Sehingga program untuk semakin membesarkan NU di Sidoarjo, akan menjadi program prioritas, disamping tetap memperhatikan wadah Ormas lain seperti Muhammadiyah LDII dan yang lainnya.

ads bukopin

“Kita akan perhatikan seluruh elemen masyarakat Sidoarjo dalam program pembangunan kita. Termasuk akan menambah dana hibah kepada NU,Muhammadiyah serta Ormas keagamaan lain secara proposional dan adil. Kita ingin masyarakat Sidoarjo khususnya Nahdliyin semakin sejahtera,” tutur Bambang Haryo Soekartono saat menggelar dialog dengan Jurnalis, di Med ia Center BHS Jl. Diponegoro, Sidoarjo, Sabtu 12 September 2020.

Tidak hanya itu, lanjut BHS dirinya dan Taufiqulbar juga siap merangkul Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendulang suara dalam Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Apalagi, paslon BHS – Taufiqulbar memastikan pasangan perpaduan nasionalis dan religius.

“Memang saya dan Pak Taufiq tidak di struktur NU, tapi kami juga NU. Secara kultural karena eyang saya Eyang Brawijaya Lima dan Eyang Putri Cempo yang kebetulan garisnya ini Raden Patah sampai ke bawah. Termasuk mungkin juga keluarga Gus Dur dan lainnya ini masuk di garis keluarga kita,” ungkap mantan anggota DPR RI periode 2014 – 2019 ini.

Bagi Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, jika dirinya dan Taufiqulbar dipercaya memimpin Sidoarjo, berjanji bakal menggandeng tokoh-tokoh NU Sidoarjo dalam mengambil setiap kebijakan. Tidak hanya itu, selain dengan tokoh NU, pihaknya juga bakal menjaga hubungan dengan elemen maupun ormas lainnya.

Bahkan paslon yang memiliki tagline Sidoarjo Lebih Baik ini juga bakal menjadikan Sidoarjo menjadi kabupaten santri jika diberi amanah memimpin Kota Udang. Salah satunya keinginannya menjadikan Sidoarjo sebagai kota santri dan religius.

“Program utamanya pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (Ml) berbasis agama. Misalnya gedung MI bakal ditambah. Jika saat ini jumlah MI se Sidoarjo ada sebanyak 211 sekolah, kita naikkan jumlahnya dua kali lipat,” jelasnya.

Sementara Cawabup Taufiqulbar mengaku jika dirinya juga lahir dari kalangan NU. Taufiqulbar mengaku cucunya Ketua MWC NU Sedati H Hasan Dahlan. Tidak hanya dari garis keturunan orangtuanya, Taufiqulbar juga menjelaskan perjuangan mertuanya mendirikan RSI Siti Hajar hingga kini menjadi rumah sakit besar. Padahal, sebelumnya berupa Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA).

“Pada kesempatan ini menambahkan, program pemberian insentif bagi seluruh guru ngaji di Sidoarjo juga akan ditingkatkan. Ini sangat penting menurut Taufiq, karena turut menopang kesejahteraan para guru ngaji yang selama ini masih belum tersentuh secara maksimal.  Saya ini juga santri yang pernah mondok di beberapa Ponpes NU di Sidoarjo, karenanya jangan diragukan lagi kepedulian saya kepada NU,” terang Taufiq.

Syuriah NU di Sedati itu mbah saya dari abah saya KH Mubarok. Jadi tidak diragukan lagi ke-NUan saya. Sejak saya belum lahir, abah saya juga ketua GP Ansor Sedati. KH Husain Ilyas Mojokerto, beliau adalah cacak (kakak) saya dari garis orang tua,” tandasnya.  (Win)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.