Cakrawala News
Portal Berita Online

Berstatus Inkrah, 43 Bukti Perkara Dimusnahkan Kejari Kabupaten Madiun

0

Madiun, Cakrawala.co – Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun memusnahkan sedikitnya 43 barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah, Rabu (15/12/2021). Disebutkan Kajari Kabupaten Madiun, Nanik Kushartanti, dari jumlah kasus tersebut, masih didominasi kasus peredaran obat-obatan terlarang.

“Hari ini kamibmenuntaskan serangkaian eksekusi pidana. Dari bulan Mei sampai saat ini ada 43 perkara dari Narkotika dan kejahatan lainnya. Untuk kasus narkotika, sebagian besar obat-obatan terlarang tersebut di dapati dari hasil tindak pidana umum yang dilakukan oleh remaja. Harapan kami dengan tuntasnya eksekusi ini, tuntas pula tugas jaksa terhadap perkara tersebut,” kata Nanik.

Nanik menyebut, barang yang dimusnahkan meliputi Handphone 24 buah, obat terlarang 28.942 butir Pil jenis double L, 505 butir trihexyphenidhil, 54,48 gram shabu dan 6 timbangan elektrik. Ini berasal dari 27 perkara narkotika, 7 perkara pencabulan, 6 perkara perjudian dan 4 perkara.

Ribuan butir pil dan shabu ini di lebur jadi satu dalam blender yang kemudian ditimbun. Sementara itu puluhan handphone di gerenda, dan barang bukti lainnya dibakar hingga hangus tak bersisa.

Bupati Madiun Ahmad Dawami, memotong barang bukti kejahatan berupa handphone menggunakan mesin gerenda

Menyikapi maraknya kasus narkotika yang didominasi kalangan remaja, Bupati Madiun Ahmad Dawami mengaku pihaknya bakal lebih masif menggalakkan langkah preventif melalui edukasi keluarga. Yakni bagaimana pembinaan keluarga dan menciptakan lingkungan yang anti narkoba, anti kenalan remaja dan anti terhadap kegiatan yang masuk kategori penyakit masyarakat (pekat).

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini mengatakan, karena perkara ini bersifat fluktuatif dan penyebabnya selalu berganti. Untuk pemetaannya, Pemkab Madiun bakal berkoordinasi bersama jajaran Polres Madiun untuk mengetahui titik-titik lokasi aktifitas kegiatan masyarakat sebagai pemakai ataupun pengedar.

“Saya, Dandim, Kapolres, Kajari, semuanya mengambil bagiannya masing-masing. Identifikasi melalui OPD terkait, menggandeng kewilayahan Muspika dan Tiga Pilar Desa. Kita tekan seminimal mungkin dengan mengerjakan semaksimal mungkin. Kalau target pasti kita pengennya tidak ada kriminalitas,” tandasnya. (Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.