Cakrawala News
Portal Berita Online

Berkolaborasi Memberantas Dampak Buruk Hoaks

0 83

KABUPATEN BANDUNG JABAR CAKRAWALA.CO -Informasi bohong atau hoaks sering dikira hanya sebuah isu biasa yang tidak berdampak signifikan dalam kehidupan. Padahal tidak demikian, efek hoaks itu luar biasa. Masih ingat seorang anak yang kehilangan ayahandanya akibat sang ayah percaya hoaks mengenai interaksi obat Covid-19. Saat dinyatakan positif Covid-19 ayahnya enggan meminum obat hingga ajal menjemput.

Sederet peristiwa lain yang mengiringi dampak hoaks, Dewi S Sari, Kepala Sekretariat Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyebut, terkadang tidak terlihat secara langsung namun jika dirunut asal muasal masalah bisa jadi akibat kabar burung belaka.
Hoaks memungkinkan timbul perdebatan yang berujung dengan saling maki, kemudian pertikaian hingga cyberbullying.

Mengendalikan emosi atau komentar saat melihat informasi yang belum jelas menjadi sikap yang harus dilakukan warga digital. Pikirkan kembali jika ingin berkomentar, sebaiknya tidak mengundang orang untuk mendebatkan pernyataan kita, tutur Dewi pada webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (13/9/2021) pagi.

Sebab jika sudah ada percikan perdebatan, ruang digital terasa sudah tidak indah lagi. Mereka yang bertindak semaunya berkomentar tanpa dipikirkan dahulu dapat memancing pertikaian itu sendiri. Menurut Dewi, biasanya dimulai dari seseorang yang membagikan hoaks yang meskipun sudah diklarifikasi tetap sudah cepat menyebar dan sudah berdampak, sudah merusak Informasi masyarakat.

Maka, Dewi mengajak masyarakat untuk memberantas hoaks, Mafindo tidak dapat bekerja sendirian. Ada cara berkolaborasi menangani hoaks seperti pelibatan hukum yang adil dan memberikan efek jera. Sehingga masyarakat digital menjadi lebih hati-hati jika ingin membagikan informasi yang belum ada faktanya. Platform juga harus aktif dalam mencegah tersebarnya hoaks, mereka dipastikan memiliki teknologi yang dapat mendeteksi informasi yang diaangap akan memicu konflik.

Mengedukasi masyarakat pasti dilakukan oleh pemerintah melalui Kemenkominfo yang mengadakan webinar literasi digital, diharapakan mereka yang mengikuti webinar dapat membagikan ilmu dan menjadi pemberantas hoaks di lingkungan mereka, jelasnya.

Organisasi dan institusi hendaknya berkolaborasi seperti yang juga dilakukan Siberkreasi, Japelidi, Mafindo dan organisasi lainnya termasuk merangkul UMKM, para pegiat media sosial, selebgram dan lainnya itu penting dilakukan sebagai agen pemberantas hoaks.

Informasi yang terarah dari hulu ke hilir dari pihak berwenang, misalnya penggunaan masker saran WHO yang sempat berubah ubah dan membuat masyarakat bingung. Harus diingat masyarakat, ilmu pengetahuan itu mungkin dapat berubah dari waktu ke waktu. Masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti arahan instansi yang berwenang sekalipun sempat membingunngkan. Tahan komentar yang malah memperkeruh keadaaan terutama isu soal Covid-19.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat Senin (13/9/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara Ricco Antonius (Owner Patris Official Store), Dudi Rustandi (Dosen Telkom University), Ria Aryanie (Praktisi humas dan Komunikasi), dan Sari Hutagalung sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.