Berkah Ramadhan, 57 Juta Hasil Lelang Busana Dibagikan ke Yatim Piatu & Dhuafa

PASURUAN, CAKRAWALA.CO – Trend fashion dan busana semakin dicintai masyarakat, apalagi di kalangan anak muda atau milenial. Seperti beberapa desainer muda dan ternama asal Surabaya ini menggelar acara fashion show.

Acara ini mengambil tema, “Ramadhan brings Love and Peace”, yang diselenggarakan di Cafe & Resto D’Gunungan Sagamore Hill, The Taman Dayu, kecamatan Pandaan, kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini dibuka dengan Owner Felicia Yeni Ries, Owner Luxie Diandra dan Host Alvin Adam & Co Luxie Diandra, Owner sekaligus Ambassador KLT Beauty Inside Out Gladys, Owner D’Gunungan Doni beserta istrinya Farah, Istri Wakil Gubernur Jawa Timur periode lalu Fatmawati, Ketua Komunitas Peace n Love Jawa Timur Asrilia Kurniati.

Putri Indonesia Jawa Timur 2018 Alshya Sekar Amaranggana Wibowo, Studio Adventure, New Next Management, Pondok Pesantren (Ponpes) Ngalah Purwosari Pasuruan, perwakilan Ar Rahman Misnah, perwakilan Riyadlul Bannat Mujib, anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa, dan beserta para tamu undangan lainnya menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Alshya Sekar (kanan) Putri Indonesia dari Jawa Timur 2018.

Dilanjutkan pembukaan dengan pelepasan sejumlah burung Macau dari Komunitas Semarang burung Macau (Smacom), dan selanjutnya diiringi musik dari Gawat Darutat Band. Setelah itu diisi Kultum (Kuliah Tujuh Menit) oleh Ustadz Muhammad Mufid menyambut berbuka puasa akan tiba.

Fatmawati dalam sambutannya mengatakan, ini acara yang banyak berkesan dan indah, apalagi acara ini bertajuk, “Rahmatan lil ‘alamin” > ‘Berbagi Berkarya Bersama Anak Bangsa’. Momentum bulan ramadhan di acara ini, sangat diberkahi dengan berbagi kasih dan sosial, pameran, dan pelelangan busana.

“Alhamdulillah hari ini kita berkumpul dengan semua orang yang dirahmati Allah SWT. Saya berharap acara fashion show ini sukses dan lancar, setiap hela nafas kita, ucapan dan doa bisa didengar oleh Allah SWT.

Semoga karya busana dan/atau gaun para desainer yang ditampilkan hari ini diganti rezekinya oleh Allah SWT, serta dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi semuanya, terutama anak ponpes, yatim, dan kaum dhuafa,” ucapnya. Sabtu, 18 Mei 2019.

Sementara itu, Desainer muda berbakat Yeny Ries, mengatakan bahwa, dalam acara ini, ia mengaku memang sengaja menggelar acara charity ini, sebagai momentum untuk menggelar acara sosial meski sudah dilakukannya sebelumnya bersama teman-temannya.

Ia menambahkan, semua hasil lelang pasca fashion show ini, nantinya akan disumbangkan semuanya. Ia berharap, uang dengan nominal yang tak seberapa besar ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi anak-anak generasi penerus bangsa.

“Baju yang terjual di dalam lelang tadi, masih tren sekarang, dan hanya khusus ditunjukkan di acara ini, sementara tidak ada di butik, gaunnya pun warnanya terang, dan modelnya long dress, tanpa motif. Paling hanya ada payetannya saja. Baju muslim masa kini,” ujarnya.

Senada dengan Yeny Ries, Desainer ternama Luxie Diandra yang juga pecinta batik ini mengatakan bahwa, dari koleksi baju yang ia bawa malam ini sangat berkualitas dari sisi bahan dan kainnya, sehingga mempermudah menampik para konsumen untuk segera dipakainya.

“Hasil lelang, uangnya akan disumbangkan ke anak yatim piatu dan anak-anak yang perlu sentuhan dan kasih sayang. Semua hasil lelang didonasikan ke anak-anak yang membutuhkan,” terangnya.

Di waktu yang sama, Owner D’gunungan Doni menambahkan, pihaknya membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin membuat acara bakti sosial di sini. Ia pun juga bisa ikut sekalian berpartisipasi dalam acara seperti ini.

“Saya dan perusahaan sangat mendukung sekali kegiatan seperti ini. Apalagi, konsep acaranya juga bagus dengan membawa misi sosial. Sesuai dengan tema kami, Ramadlan brings love and peace,” ungkapnya.

Perlu diketahui, di sela-sela acara juga ada Talkshow Cosmetic by KLT Official, dan Ramadhan Photo Spot by Studio Adventure, di penghujung acara Mini Club Surabaya juga membagikan beberapa santunan kepada seluruh anak ponpes, yatim dan kaum dhuafa yang hadir.

Selain 3 busana yang dilelang dari beberapa desainer ini, juga ada lelang 1 gitar yang amat legendaris, dan kayunya juga diambil dari Indonesia sendiri. Dan hasil semua barang pelelangan ini mencapai 57 juta rupiah. (ari/ wira)

Facebook Comments
%d bloggers like this: