Cakrawala News
Portal Berita Online

Berharap Ada Penantang, NA Minta Partai Besar Cepat Menentukan Sikap

3

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Pasca mendapatkan rekomendasi dari PDI-P untuk maju di pilgub sulsel 2018 memdatang, bakal calon Gubernur Nurdin Abdullah atau biasa disapa NA membatah jika melepas Tanribali Lamo dan menggatinya dengan adik kandung Mentan Amran Sulaiman.

NA mengatakan jika memilih Andi sudirman Sulaiman (ASS) sebagai pemdampingnya di perhelatan pilgub 2018 atas persetujuan mantan calon wakilnya Tanribali Lamo (TBL). NA bahkan menyatakan bahwa keputusannya yang merubah pasangan dari TBL ke ASS adalah kehendak Tuhan.

Namun, dari pengakuan NA untuk membela diri itu justru menjadi bukti bahwa NA benar-benar plin-plan dalam komunikasi politiknya.

ads bukopin

Ketidak sinkronan ucapan NA dengan fakta yang ada sebenarnya juga terjadi saat NA menyebut bahwa pilihannya pada ASS atas sepengetahuan TBL. Hanya saja, ASS yang mendampingi NA malah mengaku tidak kenal dengan Pak TBL.

ASS mengaku baru dalam dunia politik dan menganggap bahwa itu hanya bunga-bunga kehidupannya.

Tidak hanya itu, NA yang dikenal sebagai The Prof ini seakan membalikan kesalahan kepada mantan gubernur Amin Syam yang telah menyandikan dirinya dengan TBL di pilgub 2018.

“Saya dengan TBL dijodohkan dengan pak Amin Syam. Penghulunya saja sudah beralih mendukung kandidat lain,” ungkap NA beberapa waktu yang di kutip salah satu media online.

Kebohongan-kebohongan dari komunikasi politik NA rasanya sudah berderet panjang. Janji akan deklarasi dengan Pak TBL sudah berulang kali disampaikan namun selalu gagal.

Tidak hanya sampai sampai disitu, Nurdin Abdullah yang mendapatkan rekomendasi dari PDI-P untuk maju dipilgub mendatang berpasangan dengan ASS, seakan memberikan wacana untuk menantang para kontesatan untuk maju dan bisa mendapatkan rekomendasi dari partai politik yang belum menentukan sikap seperti partai Demokrat dan partai Hanura.

“Mudah-mudah ada poros baru yang terbangun, agar menambah pilihan (calon) kepada masyarakat Sulsel. Itu cuma harapan kita. Karena jangan sampai kalau kita dapat lagi, dikira kita borong partai lagi,” kata Nurdin Abdullah saat bertandang ke Kantor DPD Gerindra Sulsel, Senin lalu (16/10/2017).

Nurdin Abdullah memberikan statment tersebut seakan menyepelehkan para kandidat lain yang belum fix mengantongi rekomendasi partai.

Sementara itu, Ni’matullah yang juga ketua DPD Partai Demokrat Sulsel mengatakan akan membentuk poros barub dengan berkoalisi sama partai Hanura yang memiliki 6 kursi.

“Kita akan membentuk poros baru di pilgub mendatang, untuk sementara kami (demokrat) masih menjalin komunikasi dengan partai Hanura, dan untuk hasilnya kita tunggu saja pada 24 oktober mendatang.” ungkap Ni’matullah terhadap awak media.

Perhelatan Pilgub 2018 ini nantinya akan muncul di akhir bulan oktober 2017, siapa yang akan maju dan siapa yang akan tersingkir.(Rezki Mas’ud).

Comments are closed.