Cakrawala News
Portal Berita Online

Berdalih Bangun Masjid, Oknum Pengusaha Ternama Berusaha Rebut Lahan Warga di Jalan Aroepala

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Kuasa hukum 28 warga pemilik lahan di Jalan Aroepala Kota Makassar, Syamsuddin., SH, MH menyebut kliennya mengalami tekanan dari oknum pengusaha yang bermakdsud menguasai lahan seluas 1.850 meter persegi.

Kata Syamsduddin, upaya penyerobotan lahan ini dilakukan dengan berbagai cara. Termasuk menurunkan sejumlah preman untuk mengintimidasi warga yang mendapat kuasa memiliki lahan tersebut berdasarkan putusan pengadilan.

“Salah satu cara yang dilakukan pengusaha tersebut dengan berpura-pura ingin membangun masjid,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020).

Kata dia, 28 warga yang memiliki hak atas lahan tersebut adalah user dari PT Multi Sao Asri. Perusahaan ini adalah milik Mubyl Handaling. Hal ini berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Makassar nomor 335/PDT.6/2018/PN/MKS. Lahan tersebut sebagai ganti rugi atas pembelian kepemilikan Condotel Multiniaga Junction.

“28 user kami telah melakukan pembelian kondominium di Condotel Condotel Multiniaga Junction. Setiap user kami mengeluarkan biaya sebesar Rp300 juta. Sehingga, nilai kerugian sebesar Rp12 miliar ditambah denda,” jelasnya.

Setelah dilakukan gugatan, jelas Syamsuddin, pengadilan negeri menetapkan pemilik Condotel Multiniaga Junction, yakni Mubyl Handaling melakukan ganti rugi serta membayar denda kepada user.

“Mubyl Handaling beritikad baik untuk melakukan ganti rugi dengan menyerahkan lahan tersebut. Hal sesuai dengan berita acara serah terima lahan. Lengkap dengan akta jual beli dengan nomor 48/KR/TV/2002,” ujarnya.

Dalam proses gugatan hingga penyerahan lahan tersebut sebagai ganti rugi kepada 28 User Condotel Multiniaga Junction, jelas Syamsuddin, tiba-tiba saja ada oknum pengusaha ingin memiliki lahan tersebut.

“Lucunya lagi, oknum pengusaha tersebut ingin membeli lahan ini dengan harga yang sangat murah. Guna memuluskan usahanya, pengusaha ini melakukan sistem premanisme,” terangnya.

Bendahara Umum DPN Peradi ini mengaku, 28 user Condotel Multiniaga Junction tetap ingin menjual lahan tersebut untuk mendapatkan uangnya kembali. Namun, harga yang diberikan harus sesuai dengan kerugian mereka.

“User kami tak mematok harga. Tapi, nilai tawar yang diberikan harus sesuai harga,” terangnya.(Rez/Ril)

%d bloggers like this: