Cakrawala News
Portal Berita Online

Berbagai Elemen Anti Komunisme Rapatkan Barisan Cegah Komunis Bangkit Kembali

0 4,255

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO Bulan September merupakan bulan yang tak bisa dilupakan oleh semua elemen anti komunis. Mereka ingat betul kekejaman Partai komunis Indonesia PKI yang telah membantai putra – putra terbaik bangsa ini pada tahun 1965 dengan Gerakan 30 September atau G 30 S PKI. Meski PKI telah dibubarkan namun faham dan ideologinya masih ada dan.menyusup di tengah – tengah maayarakat. 

Sejumlah elemen masyarakat anti komunis di DIY melakukan pertemuan dengan Panglima Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) di Graha Gandung Pardiman Center (GPC) Numpukan Karangtengah Imogiri Bantul, Senin (21/9). Mereka berasal dari perwakilan Paksikaton, Front Anti Komunis Indonesia (FAKI), Laskar Pembela Sapta Marga. Semua peserta dalam pertemuan sepakat tidak akan memberi ruang komunis berkembang di DIY. Paham komunis bertentangan dengan agama dan nilai nilai pancasila. Dalam acara tersebut juga di hadiri Ketua Umum FAKI DIY, Triyandi Mulkan, Ketua Umum Paksikaton  Moch Suhut, Ketua Laskar Bela Sapta Marga, Sugeng Suroso. 

Penglima Gepako yang juga  anggota DPR RI, Drs HM Gandung Pardiman MM mengungkapkan, kebersamaan mesti dijaga untuk menghadapi potensi kembali munculnya komunis. Oleh karena itu, lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup dibawah panji-panji komunis. Politisi senior Partai Golkar tersebut menjelaskan, komunis bisa tumbuh subur salah satunya karena faktor kemiskinan. “Kita besok bentuk tim untuk memerangi komunis,” ujar Gandung. 

ads bukopin

Selain memerangi komunisme anggota DPR RI dari fraksi Golkar Dapil DIY ini menyatakan akan  memerangi juga kemiskinan dan mendukung upaya penegakan hukum.

Sementara itu, Ketua Umum Paksikaton,  Moch Suhut mengungkapkan, tujuan utama dari audiensi bersama Panglima Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) untuk mencegah bangkitnya komunis di DIY.  Meski ada perbedaan, Gepako  langsung dibawah partai,  tetapi karena visi misi sama dengan Paksikaton dalam menghadapi komunis. Sehingga alangkah baiknya jika elemen yang ada bisa disatukan. “Sejak awal kami dirikan, kami punya  spesialisasi melawan komunis dan separatis. Jika nanti Paksikaton diajak  bergabung melawan komunis sudah siap.  Karena  tidak banyak organisasi-organisasi yang secara spesifik menyebutkan melawan komunis,” jelas Moch Suhut. Personel Paksikaton punya tekad dan niat untuk menyatukan kekuatan melawan komunis. 

Ketua Umum Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) DIY, Triyandi Mulkan mengungkapkan,  sekarang ini harus lebih intens dalam rangka menjalankan program pemahaman bahaya komunis dan pemahaman Pancasila. Apapun alasannya  komunis jangan sampai diberi peluang untuk muncul kembali di DIY.  Bahkan sekarang indikasi munculnya komunis sudah mulai terang -terangan, oleh karena itu jangan sampai lengah. 

Komunis menurut Triyandi Mulkan, komunis merupakan ideologi yang tidak pantas berkembang di Indonesia. “Indonesia tidak bisa menerima ajaran itu, kita punya agama negara dengan ideologi komunis didunia bisa dijadikan contoh.  Ajaran paham komunis sejarah sudah membuktikan bahwa mereka bengis kejam dan  bertentangan dengan negara kita,” pungkasnya. ( Okta/ Santosa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.