Cakrawala News
Portal Berita Online

Beras Tak Layak Konsumsi, Kadinsos Gresik Panggil Penanggung Jawab BPNT

0 16

Gresik, cakrawala.co – Kasus beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sempat viral di media sosial karena disebut layak menjadi makanan bebek terus bergulir. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Ummi Khoiroh, telah menindaklanjuti temuan di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme tersebut.

Ummi memanggil para penanggung jawab penyaluran BPNT di wilayah Kecamatan Cerme untuk rapat mencari titik temu di Kantor Kecamatan Cerme.

“Sudah kami panggil. Sudah kami mintai klarifikasi soal BPNT tersebut,” ucap Ummi saat dikonfirmasi awak media, Rabu (19/12022).

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut diketahui ada beberapa informasi yang sebelumnya disampaikan di media sosial maupun diberitakan media massa, tak sesuai fakta di lapangan. Namun sayang, Ummi tidak merinci ketidak sesuaian dimaksud.

Ummi memastikan pihaknya akan melakukan perbaikan penyaluran BPNT pasca kejadian tersebut. “Sehingga tidak terjadi seperti yang ada di pemberitaan itu,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Gresik, Muchammad Abdul Qodir menyayangkan Dinsos tidak melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas logistik BPNT sebelum dan sesudah penyaluran berlangsung, guna memastikan kualitasnya sesuai standar.

Tak hanya itu, Abdul Qodir juga menyinggung kuantitas komoditi yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM). Sebab, dari nilai uang Rp 200 ribu yang diterima tiap-tiap KPM, logistik yang diterima setelah ditotal rata-rata hanya  berkisaran antara Rp 170 hingga 175 ribu.

“Semua itu terjadi karena banyak tangan, sehingga terjadi penyusutan dari pagu bantuan Rp 200 ribu per KPM,” bebernya.

Untuk diketahui, kasus rendahnya kualitas komuditi beras BPNT yang disebut layak jadi pakan bebek di Desa Morowudi ini mengemuka setelah salah seorang netizen bernama Mas Memet menviralkan curhatannya di media sosial Facebook, pada Senin (7/1/2022). (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.