Cakrawala News
Portal Berita Online

Belajar Literasi Digital Hilangkan Trauma Main Medsos

0 148

KABUPATEN KARAWANG JABAR CAKRAWALA.CO -Masuk menjadi enak besar sebuah ajang pencarian bakat membuat akun Instagram penyanyi Kila Shafia diramaikan pengikut. Jumlah followers naik drastis, Kila bukan hanya menjadi seorang penyanyi namun menjelma menjadi seorang selebgram.

Hal tersebut sempat membuatnya terlena, menikmati ratusan bahkan ribuan like setiap harinya. Dia memposting apa saja, sebab apapun foto yang diunggahnya selalu mendapat banyak like. Merasa, banyak yang ingin tahu mengenai kehidupan dia, Kila juga selalu membagikan setiap momen dalam kehidupan pribadinya.

Dia mengaku sempat over posting hingga dia merasa pengikutnya ini terdiri dari orang-orang yang suka padanya namun juga banyak yang ternyata tidak suka padanya. “Mungkin netizen merasa memiliki saya sehingga kehidupan saya diatur oleh mereka. Saya posting foto dengan seseorang gak boleh, saya duet sama seorang penyanyi, mereka tidak suka. Mulai banyak yang mengkritik hingga mem-bully,” ujar Kila saat menjadi Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021) pagi.

Kila mengatakan, ternyata rasanya sangat tidak nyaman jika harus membawa komentar tidak mengenakan. Membuat hari-harinya selalu suram. Menurutnya, siapapun netizen harus memiliki hati saat di media sosial. Bagaiman jempol itu dapat menyakiti seseorang dan mengganggu kehidupan.

“Itu berdampak besar untuk saya, saya jadi trauma. Jadi, kalau mau posting takut padahal tidak macam-macam tapi sudah takut kenal bullying. Media sosial yang harusnya menjadi tempat promo karir saya tidak bisa saya lakukan karena trauma saya itu,” jelasnya.

Sempat hampir satu tahun dia tidak terlalu banyak mengunggah foto bahkan mengenai aktivitas nyanyinya. Ada rasa trauma karena bullying nampak hadir padanya hingga pandemi datang. Panggilan kerja sepi dan banyak penyanyi memanfaatkan media sosial sebagai alternatif mencari penghasilan tambahan. Sadar dia memiliki modal itu, namun masih terkendala trauma.

Namun perlahan dia sadar harus sembuh dari trauma dan memanfaatkan media sosialnya untuk banyak keuntungan. Tetapi Kila akan selalu sadar untuk tetap bermedia sosial yang baik, meningkatkan literasi digital agar selalu nyaman di ruang digital. Kila kini paham mengenai etika digital, apa saja yang sebaiknya di-posting budaya digital hingga keamanan digital.

Kini, dia aktif kembali, bermedia sosial dengan etika yang sudah dipahami. Bahkan, dia juga senang posting mengenai kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari konten positif.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021) pagi juga menghadirkan pembicara Anthony Sudarsono (CEO First Class Property), Dian Nurawaliah Sonjaya (founder Maleeha Skincare), Didin Miftahudin (founder Gmath Pro Indonesia), dan Esa Firmansyah (RTIK Sumedang)

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.