Cakrawala News
Portal Berita Online

Bebas Merdeka setelah 4 Tahun Dipasung

134

MADIUN, JATIM, CAKRAWALA.CO- Suasana kemerdekaan di Bulan Agustus tak hanya dirasakan masyarakat seluruh Bangsa Indonesia pada umumnya. Kemerdekaan juga dirasakan Umi Jamilah (48) warga Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Setelah empat tahun lamanya terbelenggu dengan pasung di kaki akhirnya di Bulan Agustus ini bebas dilepas oleh petugas tim pendamping pasung dari Dinas Sosial Jawa Timur.

Menempati sebuah ruangan berukuran tiga kali empat meter di rumahnya, karena kerap mengamuk, Umi Jamilah akhirnya dibebaskan dengan melepas rantai dan gembok yang melilit dikakinya oleh petugas tim pendamping pasung dari Dinsos dibantu aparat tni/polri, Kamis ( 10/8/2017 ).

Wajah berseri dan menganggukan kepala, Umi Jamilah menandakan rasa senang dan bersedia diajak petugas untuk berobat ke Rumah Sakit DR Soeroto Kabupaten Ngawi untuk menjalani pemeriksaan pasca dipasung.

Rasa senang juga dirasakan Mujayanah, sang ibunda Umi yang ikut mendampingi anaknya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Menurutnya, kondisi gangguan jiwa yang dialami anaknya tersebut sudah 12 tahun, sejak pulang dari Kalimatan. Namun pada tahun 2013 karena kerap mengamuk dan mengganggu warga sekitar akhirnya terpaksa dipasung.

“12 tahun mengalami sakit setelah pulang dari kalimantan dan saya tidak tahu apa sebabnya. Karena kerap mengamuk dan mengganggu warga terpaksa di pasung,” kata Mujayanah saat mendampingi anaknya hendak berangkat ke Rumah Sakit Dr Soeroto, Ngawi.

Untuk proses selanjutnya pasca dibebaskannya dari pasung, wanita paruh baya yang sempat menikah dan merantau bersama suaminya tersebut menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Dr Soeroto khusus penderita sakit jiwa. Dan selanjutnya akan direhabilitasi untuk diberikan pelatihan pelatihan.

“Alhamdulillah setelah dilakukan pendampingan sejak tahun 2016 dengan kondisi sakit jiwa parah, hari ini mulai membaik dan pasungnya sudah dapat dilepas. Dan selanjutnya akan kita rujuk ke rumah sakit ngawi untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi nantinya, ujar Fathur Rohman, Tim Pendamping Dinas Sosial Jatim.

Kasus pasung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kabupaten Madiun sendiri tercatat ada 69 jiwa. Namun setiap tahunnya mengalami penurunan dan tahun ini ada sekitar 15 kasus. Dengan menindaklanjuti Program Pemerintah 2017 bebas pasung dan diharapkan bisa nol persen,” imbuh Fathur. (Wawan)

Comments are closed.