Cakrawala News
Portal Berita Online

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 25 Ton Bawang Merah Ilegal

2

LHOKSEUMAWE-CAKRAWALA.CO-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (30/8) melakukan pemusnahan Bawang merah ilegal dikawasan Pelabuhan Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara Aceh Utara.

Sebanyak 25 ton bawang merah tersebut dilakukan setelah keluar status penetapan menjadi barang milik negara dan telah mendapat persetujuan pemusnahan dari Kantor Pelayanan Kekayaaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lhokseumawe, ungkap Kepala Bea Cukai Lhokseumawe Asep Munandar.

Foto Ilustrasi (dok.okezone.com)

Sebelumnya, rencana awal bawang merah tersebut akan dihibahkan kepada Pemda Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe, namun karena sebagian telah busuk, hal itu tidak terlaksana karena dikhawatirkan jika dikomsumsi oleh masyarakat akan menimbulkan penyakit.

“, Memang rencana awal barang ini mau kita hibahkan ke Pemda dan Pemko, namun karena terlalu lama dikarantina dan lamanya proses, makanya sudah busuk, dan ditakutkan muncul bakteri yang berakibat buruk jika dikomsumsi warga”, Sebut Asep yang dibenarkan tim karantina.

ads bukopin

Proses pemusnahan bawang ilegal tersebut dilakukan dengan cara ditanam di pinggir pantai disaksikan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara, Kepala Kantor Karantina Banda Aceh, Kepala Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan Lhokseumawe,Pimpinan PT.Pelindo I Lhokseumawe, Danlanal Lhokseumawe, Kapolres Lhokseumawe, serta Kepala Pengadilan Negeri Lhokseumawe.

Seperti diketahui sebelumnya, proses penangkapan bawang ilegal tersebut dilakukan oleh Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe di Alur Kuala Jambo Aye, Seunuddon, Aceh Utara, pada Selasa (8/8) lalu.

Sebanyak 25 ton bawang merah ini diduga ilegal berasal dari Malaysia yang dengan KM Bahtera 99.Saat ditemukan Kapal tersebut dalam keadaan kandas tanpa ABK.Selain Bawang Lanal Lhokseumawe juga mengamankan Satu unit Kapal Pengangkut barang tersebut.

Komandan Lanal Lhokseumawe, Letkol Laut M Sjamsul Rizal saat itu kepada wartawan mengatakan, kapal tersebut ditemukan kandas oleh anggota intelijennya.

Kemudian dilakukan pemeriksaan awal di laut oleh KAL Bireuen Lanal Lhokseumawe, ternyata di kapal tersebut tidak ditemukan ABK.
“Saat kita lakukan pemeriksaan kapal, tidak ditemukan ABK dan dokumen. Namun kita berhasil mengamankan bawang yang diduga ilegal sebanyak lebih kurang 25 ton. Diduga kapal tersebut melakukan tindak ilegal kepabeanan impor bawang merah,” ungkapnya (clisna)

Comments are closed.