Cakrawala News
Portal Berita Online

Bawaslu Kota Madiun Gandeng Wartawan, Ormas dan Disabilitas Untuk Awasi Pemilu 2024

0 465

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun, Rabu (24/8/2022) pagi, menggelar soasialisasi pengawasan pemilu partisipatif kepada kepompok disabilitas, ormas dan media massa.

Sosialisasi yang di gelar di Ballroom Sun Hotel Madiun ini, sekaligus untuk memastikan penyandang disabilitas di Kota Madiun, tercatat didalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024 mendatang.

Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko menjelaskan bahwa selain memberikan sosialisasi, pihaknya juga turut serta menggandeng sejumlah pihak untuk mengawasi pemilu, demi terciptanya pemilu 2024 yang berkualitas. Serta pihaknya juga menjamin penyandang disabilitas dapat tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Untuk terciptanya Pemilu yang berkualitas, kita harus awasi secara bersama – sama. sementara dengan kelompok disabilitas kita tergabung salam satu group. Pada Pemilu 2024 mendatang jika ada yng belum terdaftar di DPT, mohon melapor ke kami dan akan kami teruskan ke KPU,” kata Kokok.

Kokok menambahkan jika kelompok disabilitas mempunyai hak yang sama pada pesta demokrasi 5 tahunan. Pihaknya memberikan atensi khusus kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar turut memperhatikan disabilitas  saat proses dan semua tahapan Pemilu.

“Untuk Pemilu 2024 sebelum penetapan DPT, kami pastikan teman – teman disabilitas bisa masuk DPT. Data pemilu lalu ada 150 orang penyangdang disabilitas di Kota Madiun, pekilu mendatang kemungiinan bertambah,” ujarnya.

Sementara Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubal Bawaslu Jatim, Aang Kunaefi mengatakan jika Bawaslu Jawa Timur saat juga tengah melakukan pendataan kepada kelompok disabilitas di 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Sehingga nantinya disaat proses penyusunan dan pendataan DPT Pemilu 2024, kaum disabilitas tidak lagi terabaikan seperti pada Pemilu sebelumnya, terutama pada fasilitas saat pemungutan suara.

“Pada penyelenggaraan Pemilu sebelumnya, saudara kita disabikitas beberapa masih terlewat dan tidak masuk DPT, jikapun terdaftar tidak ditandai kode disabilitasnya. Sehingga disaat pemungutan suara, fasilitas untuk disabilitas  menjadi terabaikan oleh penyelenggara,” kata Aang Kunaefi.

Pihaknya juga berharap pada Pemilu 2024 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) serta media massa dapat bahu membahu bersama Bawaslu untuk melakukan pengawasan. (Ay)

Leave A Reply

Your email address will not be published.