Cakrawala News
Portal Berita Online

Batal, Sidang Kedua Sri “Saracen” Rahayu di PN Cianjur

35

CIANJUR,CAKRAWALA.CO-Pengadilan Negeri (PN) Cianjur kembali menggelar sidang Sri Rahayu, terdakwa penyebar kebencian melalui media sosial yang juga anggota kelompok Saracen, Senin (23/10/2017).

Sidang yang kali kedua digelar itu dengan agenda pemeriksaan sejumlah saksi ahli dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun, karena berbagai alasan sejumlah saksi tak hadir.

Kuasa Hukum, Sri Rahayu, Nadia Wikerahmawati, mengaku kecewa dengan tidak hadirnya sejumlah saksi dari pihak JPU. Namun, ucap Nadia, dengan tidak hadirnya saksi tersebut, pihaknya mempunyai waktu lebih untuk mempelajari berkas pemeriksaan perkara (BAP).

ads bukopin

“Cukup kecewa, karena agenda sidang hari ini harus diundur karena tak hadirnya saksi ahli dari JPU,” kata Nadia, saat ditemui wartawan, Senin (23/10/2017).

Nadia menyebutkan, pihaknya meyakini bahwa kliennya tidak terlibat dalam jaringan Saracen yang selama ini didakwakan. Selain itu, kliennya itu juga tak pernah terlibat dalam komunitas atau kelompok yang bergerak untuk menyebarkan kebencian melalui media sosial.

“Dari hasil komunikasi dengan klien kami, yang bersangkutan tak pernah terlibat dalam jaringan Saracen. Sebab, yang dilakukan klien kami hanya bentuk kekecewaan rakyat terhadap pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Erlinawati, mengatakan, sidang lanjutan dengan terdakwa Sri Wahyuni akan dilanjutkan pada Rabu (1/11/2017) mendatang. Untuk Sidang yang kali kedua digelar itu, sambung Erlinawati, sejumlah saksi berhalangan hadir.

“Sidang diundur, dan akan kembali digelar Rabu mendatang. Sejumlah saksi berhalangan hadir dengan berbagai alasan, di antaranya sakit dan ada juga yang sedang tugas luar,” kata Erlinawati, saat ditemui diruangannya.

Terdakwa Sri Rahayu tiba di Pengadilan Negeri Cianjur sekitar pukul 09.38 WIB, dengan menggunakan mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur dan pengawalan sejumlah personel Polisi dari Polres Cianjur.

Dalam sidang pertama, Sri Rahayu didakwa menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian dalam transaksi elektronik, serta menulis dan menyebarkan konten yang melanggar Undang-Undang Nomor 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras atau etnis, serta menyebarkan permusuhan, kebencian, atau penghinaan melalui tulisan.

Sebelumnya, kelompok Saracen disangka membuat sejumlah akun media sosial dan media online. Akun-akun itu, antara lain Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennews.com.

Selain itu, kelompok itu diduga menawarkan jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial untuk pemesan tertentu.***(ang/d_hen)

 

Comments are closed.