Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Baru Empat Hari Beroperasi, Gapura Pancuran Pahlawan Street Center Ambruk Diseruduk Truk Box

0 31

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Gapura dan pancuran air Pahlawan Street Center, yang belum genap seminggu beroperasi kembali setelah renovasi, di Jalan Pahlawan Kota Madiun nyaris ambruk di seruduk truk box Mitsubishi, Nopol S 9146 WJ, Selasa 14 Juli 2020 sekira pukul 12.30 WIB.

Sopir truk box, Kasdi (61) tahun warga Desa Blooto Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, menuturkan kronologi kejadiannya kepada wartawan. Saat itu, ia beserta rekannya, Subakti (60) warga Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, hendak mengirim bumbu penyedap ke Pasar Besar Madiun, melaju dari arah utara menuju selatan.

Saat sampai di lokasi, Kasdi mengurangi kecepatan laju truknya, dikarenakan kendaraan yang akan masuk Jalan Pahlawan harus melewati gapura pancuran air. Kasdi yang terlalu fokus pada jalanan yang saat itu macet dan banyaknya kendaraan kecil di depannya, mengaku lupa tidak memperhitungkan bagian atas kendaraannya yang memang melebihi batas maksimal tinggi gapura bertuliskan himbauan protokol kesehatan tersebut.

“Jalanan macet, dan saya fokus ngikuti saja mobil kecil – kecil di depan saya. Pas lewat “grujugan” ( pancuran air), tiba-tiba bunyi “brakk” dan saya langsung berhenti. Ternyata bagian atas truk saya tersangkut,” ungkap Kasdi.

Lebih lanjut Kasdi mengatakan, saat dirinya hendak melintas gapura pancuran Pahlawan Street Center itu, tidak nampak ada petugas dari dinas terkait yang berjaga di sekitar gapura yang baru beroperasi pada hari Sabtu, 11 Juli 2020 lalu ini. Selain itu kata Kasdi lagi, di sisi kiri jalan juga ditutup menggunakan water barrier.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Madiun Kota, Iptu Tri Wiyono mengatakan, kejadian laka tunggal ini akibat pengemudi truk yang lalai. Yakni tidak memperhatikan tinggi truk, serta rambu-rambu peringatan masuk kota. Iptu Tri menjelaskan, bahwa menurut ketentuan, kendaraan truk box dilarang melintas di dalam kota, kecuali kendaraan pengangkut logistik atau sembako yang sudah mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Perhubungan setempat.

“Sopir ini lalai, karena dia tidak memperhatikan batas tinggi maksimal kendaraan yang akan melewati gapura himbauan dan pancuran ini. Harusnya truk box tidak boleh masuk kota, kecuali truk yang akan mengirimkan logistik atau sembako, dan harus ada rekomendasi dari Dishub,” terang Iptu Tri.

Lebih lanjut Iptu tri menjelaskan, untuk sementara pihaknya bakal mengamankan kendaraan truk box ini di Satlantas Polres Madiun Kota. Pengemudi dan kernet truk penyeruduk gapura ini, akan dimintai keterangan oleh petugas. Mereka tidak akan dikenai pasal, namun dikatakan Iptu tri, mereka hanya akan dibebankan mengganti kerugian materiil atas kerusakan yang diakibatkannya.*(Ayu/Win)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: