Banyak Lapak Parkir dan Pedagang, Kawasan Jalan Stasiun Senen Semrawut dan Kusut

 

JAKARTA, CAKRAWALA.CO- Kawasan Jalan Stasiun Senen Jakarta Pusat kian hari semakin bertambah semrawut dan kusut.

Padahal, kawasan ini merupakan icon Jakarta Pusat yakni terminal satu-satu di Jakarta Pusat yaitu ‘Terminal Senen’. Namun sepertinya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta enggan melakukan penataan kawasan tersebut.

Pantauan dilapangan keberadaan kawasan Jalan Stasiun Senen ini, semrawut dan kumuh akibat menjamurnya lapak pedagang diatas trotoar dan lapak parkir kendaraan angkutan umum seperti Bajaj, becak serta pangkalan Ojek Online (Ojol) yang ngetem dibahu jalan. Meskipun dikawasan ini terpasang rambu larangan parkir letter P Merah.

Lurah Senen, Sauri mengaku, pihaknya sudah seringkali menjelaskan kesemrawutan di kawasan tersebut ke tingkat kota Jakarta Pusat.

“Soal kesemrawutan parkir dan pedagang juga sudah kami sampaikan ke tingkat kota saat acara rapat Kegiatan Strategis Daerah (KSD),” ungkap Sauri, Kamis (08/08/2019).

Hal senada juga dilontarkan warga Senen. Ia pun mendesak agar Gubenur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dapat memperhatikan kawasan icon Jakarta Pusat itu.

“Kami minta Gubernur Anies menata kawasan Jalan Stasiun Senen secara berkesinambungan agar kawasan icon ini dapat tertib dan nyaman. Sehingga tidak semrawut seperti saat ini,” tandasnya.

Sementara, Dewan Kota (Dekot) perwakilan Kecamatan Senen, Sanusi menambahkan, langkah upaya penataan kawasan Jalan Stasiun Senen harus secepatnya dilakukan, terlebih kawasan itu merupakan icon Jakarta Pusat.

“Upaya penataan kawasan Jalan Stasiun Senen harus secepatnya ditindaklanjuti karena merupakan aspirasi dari warga masyarakat,” singkat Sanusi.

Ditempat terpisah, Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu menegaskan, kawasan ini merupakan akses menuju kantor Perhubungan Jakarta Pusat seharusnya bisa tertib.

“Sebenarnya sangat sederhana sekali, jika petugas Perhubungan Jakarta Pusat tidak mampu menata areal kawasan tersebut. Gubernur Anies harus mengevaluasi kinerjanya,” tegas Victor.

Lanjut Victor menambahkan, jika persoalan ini dibiarkan terus menerus akan menjadi contoh buruk untuk wilayah lain. (Is)

Facebook Comments
%d bloggers like this: