Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Banser Kutuk Penusukan Menkopolhukam Wiranto

MADIUN, CAKRAWALA.CO-Banser Mengecam dan mengutuk keras Kasus Penusukan Menko Polhukam Wiranto, di alun-alun menes, Desa Purwareja, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten 10 Oktober 2019 lalu.

Hal ini diungkapkan Kepala Densus 99 GP Ansor M Nurzzaman, dalam Orasi Kebangsaan dengan tema “Menjaga Indonesia” di lapangan Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri – Kabupaten Madiun, sabtu 12 oktober 2019.

Gus Nurzzaman mengatakan, kasus penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto adalah bukti bahwa radikalisme nyata dan ada ditengah kita dan harus kita waspadai. Serta tidak menutup kemungkinan di Madiun juga terdapat jaringan kelompok radikal yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Densus 99 GP Ansor, M Nurzzaman memberikan pemaparan kepada peserta orasi kebangsaan. (Foto/Ayu)

“Bahwa ada sekelompok orang yang mengaku Islam, namun menggunakan cara – cara yang bukan cara Islam. Untuk itu Banser menyerukan kepada masyarakat secara luas, agar waspada, selalu berkoordinasi dan melaporkan kepada TNI – Polri,” tegas Gus Nurzzaman.

Ditanya apakah kasus penusukan Wiranto apakah dilakukan oleh jaringan teroris atau kelompok politik tertentu, Gus Nur menjelaskan, jika melihat pola penyerangan yang terbuka dan targetnya, itu merupakan tindakan ISIS.

“Kejadian ini tidak hanya sekali. Sudah pernah terjadi dengan pola yang sama di Blok M, Tangerang, Surabaya dan Solo. Namun untuk jabatan menteri, baru sekali terjadi di Indonesia,” jelas Gus Nur.

Kadensus 99 GP Ansor ini juga meminta kepada aparat TNI – Polri untuk segera mengungkap dan membongkar tuntas sampai ke akarnya pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto. Serta menindak dan menghukum seberat-beratnya pelaku penusukan.

Disinggung perihal beberapa kasus penindakan akibat ujaran di Media Sosial (Medsos) yang melibatkan unsur TNI, M Nurzzaman menjelaskan, hal ini sebenarnya peringatan kepada publik dan juga internal TNI untuk mewaspadai. Bahwa mereka (ISIS) akan menginfiltrasi tubuh TNI.

“Ini adalah warning bahwa TNI -Polri adalah target strategis ISIS, karena TNI – Polri memegang senjata,”tegasnya.

Kadensus 99 GP Ansor, M Nurzzaman menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut atas teror penusukan Menko Polhukam dan senantiasa menjaga kondusifitas lingkungan wilayah masing-masing.

“Saya mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama sama melawan dan menumpas kelompok radikal,” tegasnya. (Ayu/Win)

 

%d bloggers like this: