Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

Banjir Kepung Dua Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Timur

98
Banjir Kepung Kecamatan Bula,. Rabu (3/4). Foto: chale Tianotak

SBT,MALUKU,CAKRAWALA.CO-Hujan deras disertai kilat dan petir menghantam Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengakibatkan banjir mengepung pemukiman warga di Dua Kecamatan yakini di Kecamatan Bula dan Kecamatan Bula Barat, Rabu (3/4/2019).

Di Kecamatan Bula misalnya, banjir terparah tepatnya di perempatan depan kantor KPU SBT. Ketinggian air mencapai 30 cm, bahkan banyak kendaraan yang tidak bisa melaju khususnya roda dua akibat mesinnya mati trendam aliran air hujan yang cukup deras.

Selain akibat hujan deras banjir juga dipicu oleh tidak sanggupnya gorong-gorong menampung derasnya air hujan sehingga meluber ke badan jalan. Kecilnya saluran draenase tidak mampu menampung derasnya air hujan sehingga air meluber kebadan jalan.

Pandangan ini sering terlihat saat hujan mengguyur kecamatan bula beberapa jam. Diketahui, wilayah ini memang menjadi langganan banjir pada setiap musim hujan.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam jalan Nasional trans seram Bula-Ambon yang menghubungkan antara kabupaaten SBT dan Maluku Tengah tepatnya di wilayah desa Sumber Agung Kecamatan Bula Barat sehingga mengakibatkan kendaraan roda dua tidak bisa melewati jalan tersebut dan kendaraan roda empat yang rendah juga tidak bisa lewat.

Karateket Negeri Administratif Waesamet Kecamatan Bula Barat, Alfian Rumatumia, melalui akun facebooknya mengatakan banjir merendam pemukiman warganya setinggi 2 meter dan nyaris menenggelamkan puluhan rumah. Banjir dipicu luapan sungai menyusul curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir di Kecamatan Bula Barat.

Selain merendam puluhan rumah di permukiman warga tersebut, banjir juga merendam sejumlah tanaman padi yang baru di tanam pada Musim Tanam (MT) pertama dan tanaman lainnya.

Banjir yang melanda pemukiman warga di waesamet terjadi rabu dini hari tadi, juga membuat warga tidak sempat mengevakuasi harta mereka serta surat berharga dan lainnya. Hingga sampai saat ini warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Sementara itu, dinas terkait Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) dan dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten SBT sepertinya menutup mata terkait dengan musiba banjir melanda dua Kecamatan ini.

Hingga kini belum ada bantuan terhadap warga yang mengalami korban banjir tersebut serta tidak pedulinya dinas terkait terhadap saluran atau gorong gorong yang tersumbat di sekitar perempatan KPU itu. ***lee

Comments are closed.