Cakrawala News
Portal Berita Online

Banjir di Ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam Sangat Memprihatinkan

0 122

PANGKALAN BUN KALTENG CAKRAWALA.CO – Plt. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya meninjau banjir di ruas jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam), Kamis (29/10/2020).

Banjir tersebut dengan ketinggian bervariasi antara 30 sampai 60 cm merupakan banjir ketiga sejak bulan Agustus 2020 lalu.

Tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Plt. Gubernur Habib Ismail beserta istri, Ny. Rayuhani, langsung meninjau ruas jalan tersebut dengan kondisi sangat memprihatinkan karena tidak bisa dilewati oleh mobil kecil.

ads bukopin
Jalan ruas jalan Pangkalanbun – Kotawaringin lama terendam dan memprihatinkan.

Tampak mendampingi Plt. Gubernur dalam peninjauan kali ini, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri dan Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng Sunarti, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, tampak sejumlah pejabat Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan setempat.

Dalam kesempatannya Plt. Gubernur Habib Ismail, menjelaskan bahwa penanganan jalan rusak tersebut di ruas Pangkalan Bun-Kolam ini akan didahului dengan penimbunan tanah, sebelum jalan diaspal.

“Selain itu juga Penanganan saat ini di 6 titik ruas jalan yang rusak sudah mulai penimbunan tanah, sebelum dilanjutkan tahap agregat kelas B, agregat kelas A, dan pengaspalan aspal,” ujarnya.

Sementara itu, dipaparkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalteng Elfiansyah, Jumat (30/10/2020), nilai kontrak pemeliharaan berkala ruas jalan Pangkalan Bun-Kolam sepanjang 41 km mencapai Rp 2,2 Miliar.

Kontrak pemeliharaan berkala ruas jalan Pangkalan Bun-Kolam ditandatangani 8 Oktober 2020 lalu dan selesai serah terima pekerjaan atau provisional hand over (PHO) 20 Desember 2020, dengan pelaksana CV. Citra Abadi Jaya dan konsultan CV. Bhakti Nusa Perkasa.

Fokus penanganan adalah di 6 spot atau titik, yakni di Km 0,37; Km 5,18; Km 6,3; Km 6,45; Km 6,76; dan Km 7,64; dengan panjang jalan rusak berat secara keseluruhan yang kini ditangani mencapai 0,48 km.

“Selebihnya penanganan fungsional spot-spot jalan rusak ringan, jalan berlubang sampai Km 17,9,” jelas Elfiansyah.

Kabid bina marga ini berharap agar jalan yang sekarang terendah dan terendam air mudahan bisa segera airnya turun dan akan kita liat lagi jika memang rendah ada usulan masyarakat untuk dibuat jembatan layang.*** ( HT/TIM )

Leave A Reply

Your email address will not be published.