Banjir di Konawe Utara Sultra, Ribuan Warga Mengungsi dan Sejumlah Infrastruktur Hanyut

KONAWE UTARA, SULTRA – CAKRAWALA.CO – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melaporkan,  banjir di Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara mengeakibatkan 14 ribu jiwa lebih mengungsi.

Lebih lanjut Sutopo mengemukakan, ada enam kecamatan di Kabupaten Konawe Utara yang terdampak banjir, yakni   Asera, Oheo, Langgikima, Wiwirano, Landawe dan Andowia. Dari enam kecamatan tersebut, Asera merupakan kecamatan yang paling besar terdampak banjir, yaitu meliputi 13 desa, 72 rumah hanyut dan ribuan rumah lainnya terendam hingga atap rumah.

Dalam laporan tertulisnya, sutopo juga mengemukakan, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara terus melakukan pendataan atas berbagai kerusakan dan korban di lapangan. Sektor pertanian merupakan yang terdampak paling besar, meliputi 970 hektar sawah, 83 hektar lahan jagung dan 11 hektar lahan lainnya. Adapun di sektor perikanan, kerusakan terjadi pada lahan tambak seluas 420 hektar.

Selain itu, lanjut Sutopo, sejumlah infrastrukur juga mengalami kerusakan, seperti jembatan, sekolah, rumah ibadah hingga fasilitas kesehatan. Jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua dilaporkan hanyut terbawa arus banjir, termasuk sejumlah jembatan di beberapa desa lainnya yang terrendam banjir dan hanyut.

Merespon keadaan tersebut, Bupati Konawe Utara telah menetapkan keadaan darurat terhitung mulai 2 Juni – hingga 16 Juni 2019 memdatang. ***Redaksi Nasional

Facebook Comments
%d bloggers like this: