Cakrawala News
Portal Berita Online

Bangkitkan Perekonomian DIY Diharapkan Kuliah Tatap Muka Dibuka Bertahap

0 17

JOGJAKARTA,CAKTRAWALA.CO- Sektor pendidikan selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian di Yogyakarta Selain sektor pariwisata. Kedua lokomotif ini banyak berkontribusi terhadap 98% pergerakan perekonomian DIY. UMKM banyak yang bergantungd ari kedua sektor ini.

Oleh Karena itu untuk membangkitkan kembali perekonomian DIY yang terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19, maka perekonomian harus segera digerakkan dengan menggeliatkan sektor UMKM.

“UMKM menyerap 79% tenaga kerja di DIY. Gerbong UMKM ini akan bergerak kalau lokomotif pariwisata dan pendidikan juga mulai bergerak,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Miyono, dalam Diskusi Kritis Media #4 di Coffee & Resto Tarumartani 1918 Yogyakarta, Sabtu (25/7).

ads bukopin

Sementara itu, Menurut Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Yogyakarta Y Sri Susilo, untuk membangkitkan kembali ekonomi sektor pariwisata dan pendidikan harus kembali dibuka secara bertahap. Namun sektor pendidikan saat ini terkendala perkuliahan daring.

Susilo mengusulkan agar beberapa universitas besar di DIY menerapkan model kuliah ganda, yang memadukan sitem tatap muka dan daring. Perlu dicoba untuk percontohan, misalnya satu kelas isi 15 orang, kemudian juga disebarkan lewat YouTube atau Zoom.

“Kalau kampus mulai bergerak secara bertahap dan ada pembatasan, roda perekonomian akan berputar. UMKM sekitar kampus, mulai dari jasa fotokopi, makan dan lain – lain, yang sekarang notabene tutup, akan kembali buka,” ujar Susilo.

Usulan senada diutarakan Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana. Politisi PKS ini meminta agar Pemda DIY berkomunikasi dengan para rektor di DIY, membahas tentang bagaimana agar mahasiswa bisa masuk kampus lagi tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Di DIY ada 140-an kampus, kita harapkan akan dibuka bertahap dengan dimulai dari beberapa universitas yang besar dulu. jika perlu Pemda memberikan insentif kepada kampus untuk memastikan para mahasiswa itu masuk DIY dengan aman,” terang Huda.

Insentif tersebut misalnya tes swab atau rapid diagnostic test (RDT) gratis untuk mahasiswa yang masuk DIY. Juga disiapkan kerja sana dengan hotel untuk karantina mahasiswa sebelum masuk lingkungan indekos.

“Saya kira pertemuan dengan pimpinan perguruan tinggi saat ini urgen dilakukan untuk membicarakan masalah ini, agar kuliah tatap muka bisa kembali meski bertahap. Selain itu fasilitas medis dan tenaga kesehatan juga harus disiapkan, begitu pula implementasi protokol kesehatan ketat,” pungkas Huda. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.