Bancakan Selapanan Kerbau Kyai Slamet,Tradisi Ratusan Tahun Keraton Kasunanan Surakarta

SOLO CAKRAWALA.CO,-Tradisi berbagi makanan(bancakan istilah Jawa) dengan alas daun pisang dengan berdoa bersama terlebih dahulu,dalam masyarakat Jawa sering dilakukan saat selamatan atau syukuran. Menurut filosofi, bancakan juga sering dilambangkan sebagai ucapan rasa syukur terutama memperingati kelahiran,Pemberian Nama atau weton anak.

Seperti halnya dengan Keraton Kasunanan Surakartah Hadiningrat,Yang terus menjaga kelestarian tradisi budaya, tata cara yang diyakini berusia ratusan tahun bahkan ribuan tahun tersebut,Dalam grebeg gunungan hari hari besar penanggalan Islam. maupun pemberian nama kerbau pusaka keturunan Kyai Slamet Nyai Sela.Salah satunya.Kerbau pusaka milik keraton kasunanan Surakarta yang selasa (16/7/19)lalu dilahirkan. Selang lima hari(selapanan) keraton kasunan Surakarta melalui Lembaga Dewan Adat (LDA) menggelar bancakan untuk memberikan nama.Bancakan merupakan cara menikmati makanan bersama-sama yang dibagi bagikan sebagai lambang ucapan rasa syukur kepada Allah.

Dengan harapan agar selalu dilimpahkan dengan kebaikan, keberkahan, kesehatan dan bermanfaat bagi makhluk hidup lainya.

Pelaksana dan pengelola  Alun-alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta KRMH Aditya Soeryo Harbanu kepada mewakili GKR Wandansari, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) maupun Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta.Mengatakan, acara bancakan pemberian nama kagungandalem mahesa pusaka klangenan Keraton Surakarta pada Sabtu (20/7/19)siang,merupakan tradisi turun temurun keraton Surakarta,yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun sejak jaman kerajaan kerajaan nusantara masa lalu.yang hingga kini terus dilestarikan,”jelasnya.

Sebelumnya di bulan mei lalu acara yang sama,yang juga menjaga tradisi kebudayaan,juga digelar,dimana dua bayi kerbau bule juga lahir berjenis kelamin betina dan jantan hanya selisih lima hari bernama Nyai Jumi dan Kyai Boi.dan selasa lalu lahir lagi Nyai Sela.

kini dengan kelahiran anakan keturunan kerbau yang juga dalam tradisi malam satu suro dikirab tersebut, totalnya bertambah menjadi 19 ekor dan semuanya itu dibawah pengelolaan Lembaga Dewan Adat keraton kasunana Surakarta.yang tetap exsis menjaga tradisi adat istiadat Keraton Surakarta.,,AgB

 

 

 

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: