Cakrawala News
Portal Berita Online

Balita Jantung Bocor di Kartasura,Kapolres Sukoharjo Berikan Santunan dan Kerjasama Dinas Kesehatan.

0 180

 

Sukoharjo Cakrawala.Co-Kondisi yang dialami Nadira Nysha Afiyah Seorang Balita berusia 1,5 tahun di Pucangan, Kartasura, Sukoharjo.Yang Menderita jantung bocor sejak lahir,mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan bersama Kapolsek Kartasura AKP Mulyanta yang langsung memastikan kondisi Nadira dan ibunya serta memberikan bantuan dengan memberikan bantuan sosial.

 

 

 

 

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan bersama Kapolsek Kartasura AKP Mulyanta dan jajaranya, Kamis (7/10/2021)siang langsung mengunjungi rumah kontrakan kedua orang tua Nadira Nysha Afiyah,Balita malang Yang Menderita jantung bocor sejak lahir di Dukuh Gunung RT 01/RW 12 Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo.

 

Kedatangan kedua Perwira tersebut tidak lain, yakni selain memastikan kondisi Yunita Surya Rahmawati (26) yang mengalami gangguan gagal ginjal dan kelainan anus. Juga melihat kondisi  anak semata wayangnya Nadira Mysha Afiya berusia 1,5 tahun yang menderita jantung bocor.

 

Sebagai bentuk keprihatinan,Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan berempati dengan memberikan bantuan sosial berupa sembako, kasur, dan tali asih untuk membantu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

 

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan,“Ketika mendengar ada masyarakat Sukoharjo yang mengalami musibah tersebut membuat kami jajaran Polres Sukoharjo ikut berempati. Dan hari ini kita datangi keluarga tersebut untuk memberikan semangat maupun bantuan sosial, ungkap Kapolres Sukoharjo,Kamis (7/10/2021).

 

Kapolres menjelaskan, di tengah kemalangan tersebut, suami Yunita, Andrean Yudi Kurniawan, yang bekerja sebagai petugas satpam juga terkena PHK pada 2020 lalu akibat pandemi Covid-19. Andrean kini mengandalkan penghasilan dengan menjadi buruh bangunan.

Untuk membantu ekonomi keluarga, Yunita kadang nyambi jadi buruh seterika pakaian jika ada yang membutuhkan.

Kondisi tersebut praktis membuat keluarga tersebut tak mampu membayar biaya pengobatan anaknya yang mengalami kelainan jantung bocor tersebut.

“Sudah enam bulan ini Nadira tidak mendapatkan penanganan medis karena ketiadaan biaya, bahkan pemenuhan gizi bocah balita itu juga terkendala. Padahal, pemenuhan nutrisi itu penting agar Nadira bisa segera naik berat badannya,” jelas Kapolres.

 

Kapolres Sukoharjo juga mengajak kepada masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk dapat bersama-sama membantu meringankan apa yang telah menimpa keluarga tersebut.

 

“Saya Kapolres Sukoharjo mengajak kepada saudara-saudara yang memiliki rezeki lebih untuk bersama-sama membantu keluarga saudara Nadira ini.  Semoga dengan bantuan kita ini dapat membantu meringankan beban dari keluarga Nadira ini,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kades Pucangan, Budiyono, mengaku langsung melakukan intervensi begitu mendengar informasi keluarga Nadira mengalami masalah. Beberapa intervensi yang dilakukan antara lain memberikan sejumlah bantuan bahan pokok dan pengurusan administrasi agar BPJS Kesehatan.

 

Sayangnya, kepesertaan BPJS Nadira belum jelas. Berdasarkan hasil koordinasi, Pemdes Pucangan akan mendapatkan kepastian terkait status BPJS Kesehatan Nadira pada Kamis malam.

 

“Karena ada salah NIK dan nama. Karena saat didaftarkan itu belum punya nama bayinya jadi tidak bisa dipakai BPJS-nya. Sudah kami bantu urus dan kemungkinan nanti malam bisa dipakai. Kalau sudah bisa akan kami antar langsung ke RSUD agar bisa segera mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.(AgungBram).

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.