Cakrawala News
Portal Berita Online

Balai Latihan Kerja Produksi 1000 Masker Cegah Pandemi Covid-19

GORONTALO CAKRAWALA.CO – UPTD BLK (Balai Latihan Kerja) Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Gorontalo. Melakukan langkah pencegahan pandemi Covid-19, dalam hal ini menangani kelangkaan masker di masyarakat dengan membuat 1000 masker.

Kepala UPTD BLK Disnakertrans, Erwin Hulopi mengatakan, inisiatif pembuatan masker tersebut adalah dari BLK sendiri. Inisiatif tersebut timbul dikarenakan kondisi di masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan masker, yang meskipun ada harganya cukup mahal untuk dijangkau oleh masyarakat.

Katanya, pembuatan masker tersebut dilakukan oleh alumni BLK lulusan tahun 2019 kemarin. Karena, menurutnya jika mengharapkan peserta BLK tahun 2020, masih dalam tahap pembelajaran.

“Kita targetkan seribu yang akan dibagikan kepada masyarakat khususnya di lokasi BLK, dan juga di tempat-tempat umum lainnya. Masker ini akan dibagikan secara gratis,” ujar Erwin saat diwawancarai, pada Kamis (26/3).

Erwin mengatakan, untuk yang membuat masker tersebut adalah alumni BLK garmen menjahit tahun 2019, dari eksternal Disnakertrans ada 8 orang dan internal yang masih dalam tahap pelatihan ada 5 orang.

Ungkapnya lanjut, anggaran yang digunakan masih bersifat swadaya yakni dari BLK, pembuatan masker tersebut dari kain yang digunakan oleh para peserta BLK tahun 2020.

“Kami bikin masker ini dari tiga lapis kain, dua lapis kain umum dari katun dan bagian dalam untuk filternya. Untuk kualitasnya kami belum bisa mengujinya, namun secara fisik kainnya berlapis tiga,” Erwin menjelaskan.

Ia mengungkapkan, saat ini masker yang sudah dibuat berjumlah 250 buah. Untuk pengerjaannya ditargetkan selesai pada hari sabtu. Dan model yang dibuat ada 3 varian. Dan masker tersebut akan di distribusikan pada hari senin.

“Kami belum berpikir untuk menguji kelayakan sisi medisnya. Kalaupun ada fasilitas untuk itu kami akan coba. Untuk maskernya bisa dipakai berulang, bisa dicuci kembali dan itu tidak akan merusak barangnya,” ungkap Erwin.

Sementara itu, Mentor Peserta Pelatihan Garmen Menjahit, Nurfitri Wijayanti juga mengungkapkan, masker yang dibuat adalah berbahan dasar kain, dengan tiga lapisan, dua lapisan kain dan satu lapisan filter.

“Sebenarnya untuk standar bikin masker itu menggunakan nonwoven, bukan dari kain. Karena kita menggunakan kain, jadi kami melapisnya dengan viselin yaitu kain pelapis untuk pengeras kain,” ungkap Nurfitri.

Ia menjelaskan dari tahapan pembuatan masker yakni, berawal dari pembuatan pola. Kemudian digunting sesuai pola. Untuk model standar yang digunakan yakni 15×20 cm, kemudian dilipat, dilipit kemudian dijahit.

Dibagian dalam masker ditempelkan kain pelapis atau filter. Setelah dijahit kemudian diberikan tali. Untuk tali yang digunakan yakni terbuat dari karet, dan juga ada yang dari kain.

“Kami membuatnya dalam sehari itu tergantung dari mesinnya, karena saat ini yang ikut adalah kelas dasar,” ucapnya.

Tahapan secara keseluruhan meliputi, pengguntingan, menyetrika, menjahit kemudian pemasangan karet atau tali.

“Saat ini sudah ada dua ratus lima puluh yang sudah selesai, untuk targetnya selesai dihari sabtu,” imbuhnya.****(Fadhil)

%d bloggers like this: