Cakrawala News
Portal Berita Online

Babak Baru Sidang Pidana Kontruksi Jaring Rusuk Beton Vertikal di PN Sidoarjo

0 46

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Sidang perkara atas nama terdakwa Ir. Ryantori Angka Raharja dilaksanakan Pengadilan Negeri Sidoarjo, Rabu 30 September 2020. Sidang Nomor 723/Pid.Sus/PN/SDA dipimpin oleh hakim Achmad Peten Sili dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) disebutkan terdakwa Ir. Ryantori, membuat, menggunakan, dan menjual konstruksi Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (JRBPV) yang persis dengan Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) milik PT Katama Suryabumi.

Beberapa gedung yang dibangun dengan Konstruksi JRBPV antara lain, Perkantoran RSUD Sumenep, Gedung IGD RSUD Sidoarjo, dan Gedung Mapolda Riau. Dalam surat dakwaan, Ir. Ryantori disebut telah melakukan hal tersebut tanpa izin pemegang paten yaitu PT Katama Suryabumi.

ads bukopin

Penemu KSLL sendiri adalah Ir. Ryantori dan (alm) Sucipto. Ir. Ryantori, dengan PT Cipta Anugerah Indotama (CAI) disebut menggunakan KSLL dengan nama Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (JRBPV) dengan sedikit memodifikasi dengan menambahkan beberapa rusuk.

Atas perbuatan terdakwa, PT Katama Suryabumi menderita kerugian immaterial dan kerugian materi senilai 20 Miliar. Perbuatan terdakwa berupa tindak pidana paten, diancam dengan pasal 161 junto pasal 160 UU no 13 Tahun 2016 tentang Paten. Sidang akan dilanjutkan pada hari senin (12/10/2020) dengan agenda pembacaan eksepsi dari pengacara Ir. Ryantori.

Secara terpisah, Dr. M. Syahrul Borman, SH. MH, Kuasa hukum Ir. Ryantori mengaku dakwaan jaksa terlalu melebar. “Kita sebagai penasehat hukum, terhadap dakwaan Jaksa kami sangat keberatan karena terlalu meluas. Kasus-kasus di wilayah lain juga disebutkan padahal itu belum terbukti beliau itu salah apa tidak. Kemudian kasus ini sebenarnya perdata bukan kasus pidana, karena beliau (Ir. Ryantori, red) yang menemukan kontruksi ini. Klien saya adalah penemunya, hanya saja dia belum sempat mematenkan,” jelasnya.

Syahrul menambahkan jika klien nya, juga tidak menerima royalti dari PT Katama Suryabumi selama 12 tahun.  “Klien kami penemu kontruksi ini bersama alm Pak Cip, dan klien kami juga 12 tahun tidak menerima royalti. Dan klien kami tidak lakukan penjiblakan, wong itu temuanya sendiri kok, ” jelasnya

Sementara itu, Ir Ryantori menambahkan jika dirinya menolak kalau dikatakan plagiat (jiplak).
“Kan judul perkara ini menjadi lucu dan aneh. Saya ini penemu Konstruksi Fondasi Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal digugat telah menjiplak Kostruksi Perbaikan Konstruksi Sarang Laba Laba temuan saya sendiri.
Kan kedua  struktur pondasi itu dua duanya saya yang menemukan. Saya menyesal terlalu percaya dengan mantan anak buah saya itu. Saya serahkan semua kasus ini ke penasehat hukum saya. Fakta dan keadilan pasti akan terkuak dipersidangan nanti,” tegasnya.  (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.