Cakrawala News
Portal Berita Online

Ayah Tiri Tega Memukul Anak Tirinya dengan Palu dan Kunci Inggris

0 390

BOGOR JAWA BARAT CAKRAWALA.CO- Seorang ayah tiri bernama Achmad Febi Donaldi Saputra ditangkap polisi karena memukul anak tirinya di Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, Penangkapan tersangka AF dilakukan setelah polisi mendapat laporan korban. Isteri tersangka berinisial SH juga mengakui kejadian ini sejak awal pernikahan 7 tahun lalu.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Arsal mengatakan aksi pelaku terbongkar setelah sang istri melaporkan kejadian yang dialami anak-anaknya kepada polisi.

“Sebenarnya istrinya sudah mengetahui kekerasan itu sejak lama. Tetapi bertahan karena alasan anak. Karena takut anaknya trauma akhirnya lapor ke kami,” kata Arsal, kepada wartawan di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor, Selasa (23/3/2021).

Dari situlah, pelaku AF ditangkap oleh polisi atas kasus penganiayaan terhadap anak. Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan penganiayaan kepada anak tersebut dengan dalih untuk mendidik.

“Ada anaknya paling besar sampai kabur 6 bulan karena takut. Jadi ada 4 anaknya, semua mengalami kekerasan fisik dan psikis. Dua laki-laki umur 18 sama 14 tahun dan dua perempuan yang kecil,” jelasnya.

Kekerasan yang dilakukan pelaku beragam meski dipicu dengan permasalahan sepele. Mulai dari memukul kepala dengan kunci inggris hingga berdarah, memukul kaki dengan palu, memukul pelipis hingga melukai telinga memakai pisau.

“Khususnya kepada anak laki-laki nomer 3 umur 14 tahun. Tapi semua membuat anak-anaknya traumatik dan ketakutan. Semuanya tidak ingin bertemu dengan ayahnya (pelaku) karena takut,” ungkap Arsal.

Pelaku yang bekerja sebagai terapis online itu dijerat pasal berlapis yakni Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (1), (4) UU RI Nomor 35 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perilindungan anak ancaman 3 tahun penjara, Pasal 44 Ayat (1) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekersan rumah tanhha ancaman maksimal 5 tahun penjara dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan maksimal 2 tahun.

“Untuk motifnya kita masih dalami apakah ada faktor kejiwaan, tapi dari pengkuan untuk mendidik anak dengan cara kekerasan,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku AF mengaku terpicu emosinya ketika anak-anak mereka melakukan kesalahan meskipun hanya sepele. Pelaku memberikan contoh seperti menutup gerbang tidak rapat, salah membeli makanan, kembalian belanja kurang dan lainnya.

“Untuk efek jera saja pak, niatnya cuma nakut-nakutin. Ketika bilang ampun ya saya berhenti,” ucap AF. **( Abizar /cakrawala.co)

Leave A Reply

Your email address will not be published.