Cakrawala News
Portal Berita Online

Aturan Tak Tertulis Dunia Digital Juga Harus Ditaati

0 126

KABUPATEN SUKABUMI JABAR CAKRAWALA.CO – Ketika di media sosial, apa yang sudah dilakukan akan selalu terekam sekalipun sudah dihapus. Sebab, kemungkinan ada tangkapan layar bisa terjadi meskipun sudah dihapus. Di internet itu fasilitas yang bisa digunakan untuk pengarsipan konten. Sehingga apapun yang sudah ada di internet itu sangat sulit untuk hilang.

Maka, ketika seseorang sudah melakukan kesalahan di dunia Maya. Seakan tidak ada dilupakan karena ada bukti yang dapat terlihat. Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium Masyarakat menyebut di sinilah pentingnya etika digital.

“Etika menjadi aturan ketika hidup bersama orang lain yang wajib ditaati meskipun tidak dalam peraturan tertulis,” ungkapnya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) pagi.

Aturan yang menentukan apakah itu tindakan pantas atau tidak. Bagaimana dapat menghargai orang lain dan bagaimana kita cara berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat yang kini sudah menjadi masyarakat digital.

Masyarakat digital ini harus menyadari ketika aturan tidak tertulis dilanggar seperti saat di dunia nyata kita akan mendapat sanksi sosial. Perbedaannya ketika di dunia digital sanksi sosial itu akan lebih besar dirasakan.

“Akan ada teguran di media sosial bagi seseorang yang bertindak melanggar etika digital seperti reputasi pribadinya akan sulit dipulihkan. Inilah jejak digital yang sangat sulit untuk dihapus” terangnya.

Dampak lainnya kemungkinan juga kita akan dirundung secara online, diserang oleh orang-orang yang sebenarnya juga tidak beretika. Konsekuensi digital yang harus dibayar di rumah digital yang teramat luas ini. Hati hati terhadap perundungan online ini karena dapat mengganggu secara psikis.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) pagi juga menghadirkan pembicara Aaron Daniel (Kreator Konten), Chairi Ibrahim (CEO TMP), Ismail Takuti (Ketua RTIK Sukabumi), dan Ida Rhynjsburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.