Cakrawala News
Portal Berita Online

Atlit Para Badminton Indonesia Siap Dulang Emas di ASEAN Paragames Solo 2022

0 34

 

Solo Cakrawala.Co,-Fasilitas mumpuni, Timnas Indonesia memasang target tinggi dari cabang olahraga para badminton ASEAN Paragames Solo 2022.

 

 

Hal ini diungkapkan koordinator pelatih tim para badminton National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Yunita Ambar Wulandari, dalam konferensi pers di Ballroom Hotel Swiss-Bellin Saripetojo, Solo, Sabtu (30/7/2022).

“Target selalu diberikan kepada setiap cabor. Dari para badminton kami memiliki target enam emas, empat perak, dan empat perunggu. Kami terus latihan, tetap fokus, supaya target kami tercapai,” kata Yunita.

 

Sementara itu, salah satu atlet andalan para badminton, Hafizh Briliansyah Prawiranegara, juga menyatakan kesiapannya memberikan yang terbaik pada pesta olahraga terbesar atlet penyandang disabilitas di Asia Tenggara ini.

“Salah satu persiapannya adalah karena salah satu tangan saya memiliki kekurangan, maka latihannya diimbangi dengan kelincahan, latihan drilling bola, dan latihan teknik yang lebih baik. Menjelang pertandingan besok, saya harus fokus, disiplin, dan terpenting adalah menyiapkan mental,” tutur Hafizh.

“Saya bermain di dua kelas, beregu tim putera dan kelas ganda putera. Kami memiliki rapor bagus dengan menyabet medali emas di Asian Paragames 2020 baik di beregu dan ganda putera. Mudah-mudahan sebagai tuan rumah di Solo bisa mendapatkan hasil terbaik, target tercapai, dan mengharapkan dukungan dari semua masyarakat.”

 

Keberanian Cabor para badminton mendulang prestasi di ASEAN Paragames 2022 ini juga tidak lepas berkat adanya fasilitas pendukung yang sangat mumpuni.

 

Yunita menegaskan, Solo memiliki fasilitas pendukung yang layak dan inklusif sehingga memudahkan untuk mencari bibit atlet penyandang disabilitas.

“Kebetulan pelatnas para badminton ada di Solo, karena Solo dekat dengan Rumah Sakit Ortopedi, yaitu rumah sakit untuk penyandang disabilitas, dan ini adalah salah satu akses kami mencari atlet serta memotivasi atlet bahwa Solo layak dan nyaman untuk ditempati dan berlatih para penyandang disabilitas.

“Fasilitas latihan kami sangat tercukupi, semuanya didukung oleh pemerintah, oleh NPC pusat, sehingga atlet menjadi lebih nyaman.”

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Hafizh. Dia mengakui, fasilitas latihan para badminton sudah sangat layak. Hal itu masih ditambah dengan beragam fasilitas lainnya seperti hotel maupun makanan yang diberikan kepada atlet penyandang disabilitas.

 

“Dari segi hotel, tempat latihan, sudah sangat baik, terutama dari makanan juga sangat memenuhi kriteria empat sehat lima sempurna, semuanya sangat baik. Selain itu, lapangan latihan juga sangat baik seperti untuk pertandingan.”

 

Hafizh Briliansyah juga turut memberikan dorongan kepada teman-teman penyandang disabilitas untuk tidak menjadikan kekurangan sebagai penghalang untuk terus berprestasi.

 

“Saya berharap teman-teman penyandang disabilitas yang belum jadi atlet untuk tetap semangat dan jangan patah semangat dan berjuang mencoba berprestasi,” katanya.

 

Perjuangan tim para badminton Indonesia di ASEAN Paragames 2022 akan dimulai pada 31 Juli sampai 5 Agustus di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta.

 

Berbeda dengan badminton, cabang olahraga para badminton ini terbagi menjadi enam kelas sesuai dengan keterbatasan atlit, yaitu Wheelchair 1 (WH1), Wheelchair 2 (WC12), Standing Lower 3 (SL3), Standing Lower (SL4), Standing Upper 5 (SU5), dan Short Stature 6 (SH6).

“Untuk teman-teman disabilitas, jangan minder dengan kekurangan. Jadikan kekurangan sebagai kelebihan. Untuk teman-teman yang memiliki mimpi jadi atlet disabilitas untuk terus semangat dan kerja keras,” Hafizh menyudahi.

Di akhir acara, Yunita juga memberikan dorongan serta motivasi kepada teman-teman atlet penyandang disabilitas untuk berani bermimpi, apalagi pemerintah juga mendukung kesetaraan antara penyandang disabilitas dan non disabilitas. Sesuai dengan slogan ASEAN Paragames 2022, striving for equality yang berarti berjuang untuk kesetaraan.

“Selama pengalaman saya sebagai pelatih, tidak ada hal yang tidak mungkin. Awalnya sebagai pelatih saya ragu, apakah saya bisa melatih atlet penyandang disabilitas dengan kekurangan, namun seiring berjalannya waktu ternyata atlet yang saya latih memiliki motivasi dan semangat.

Hafizh Briliansyah juga turut memberikan dorongan kepada teman-teman penyandang disabilitas untuk tidak menjadikan kekurangan sebagai penghalang untuk terus berprestasi.

“Saya berharap teman-teman penyandang disabilitas yang belum jadi atlet untuk tetap semangat dan jangan patah semangat dan berjuang mencoba berprestasi,” katanya.

“Untuk teman-teman disabilitas, jangan minder dengan kekurangan. Jadikan kekurangan sebagai kelebihan. Untuk teman-teman yang memiliki mimpi jadi atlet disabilitas untuk terus semangat dan kerja keras,” Pungkas Hafizh.(Agung Bram).

Leave A Reply

Your email address will not be published.