Cakrawala News
Portal Berita Online

Asiknya Mudik Ala Ketua DPRD Sidoarjo, Nyetir Mobil Sendiri Gantian Sama Istri

0 122

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Lebaran selalu identik dengan momentum masyarakat yang kembali ke kampung halaman untuk melepas rindu bersama sanak saudara. Bicara soal mudik yang merupakan singkatan dari “Muleh Dilik” dalam kamus Bahasa Jawa Ngoko artinya pulang sebentar.

Juga dialami secara langsung oleh keluarga besar Ketua DPRD Sidoarjo, H. Sullamul Hadi Nurmawan, bersama Istri Fitrianti Ismaet Nurmawan dan ke lima putra-putrinya mudik Sidoarjo-Jakarta nyetir sendiri pulang pergi (PP).

“Dari Klopoh Sepolo ke Kebon Nanas, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 9 jam berangkatnya. Pulangnya 16 jam, kena macet di tol Cikampek 3,5 jam. Tidak ada insiden apapun yang terjadi luberan di rest area, volume kendaraan meningkat dan ada proyek yang belum selesai di sana,” tutur Gus Wawan panggilan akrab Ketua DPRD Sidoarjo.

Mudik bersama lima anaknya Ketua DPRD Sidoarjo dan Istri. (foto/dok pribadi Sullamul Hadi Nurmawan)

Di Jakarta mudik ke rumah mertua, bersama lima anaknya ikut dan menikmati perjalanan PP, tanpa driver. Karena di moment Idul Fitri ini, Gus Wawan sengaja memberikan waktu Istirahat bagi Ajudan dan Drivernya untuk berkumpul bersama keluarga mereka di kampung halaman.

Karena faktor lelah, pria penyuka olahraga sepak bola dalam perjalanan pulang ke Sidoarjo terpaksa diganti oleh istri mengemudi mobil matic, Toyota Alpard. “di ganti sama Nyonya dari Ungaran ke Solo, terus dari Kertoso ke Sidoarjo sempat diganti sama Nyonya dua kali. Bagaimana lagi kondisi badan dan mata sudah tidak bisa diajak kompromi dan harus di istirahatkan. Dan Alhamdullilah kita sekeluarga menikmati mudik tahun ini ke rumah mertua,” ujar Gus Wawan, lulusan S1 IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta tahun 2001 ini.

Menurut Sullamul Hadi Nurmawan, ada tiga alasan mudik tahun ini yang terbilang lancar.  Pertama pemerintah sangat siap melayani orang-orang dalam arus mudik tahun ini, dan dia yakin juga arus balik sama karena pihak kepolisian juga standby di beberapa tempat strategis.

Kedua papan-papan informasi petunjuk jalan, info kesehatan, SPBU ada semua dan lengkap. Ketiga pintu loket juga ditambah di berbagai tempat, petugas patroli juga banyak.

“saya mengapresiasi kesiapan Pemerintah dalam menyiapkan sarana dan prasaranan yang ada. Ada satu menurut saya yang harus jadi koreksi kedepanya, rest area yang sudah besar ternyata kurang menampung lonjakan jumlah masyarakat dalam mudik. Mungkin perlu pemerintah membuat rest area darurat hanya untuk moment-moment tertentu seperti mudik, tahun baru dan liburan,” (win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.