Cakrawala News
Portal Berita Online

Arzeti Bilbina Mengajak Mahasiswa Menjaga 4 Pilar Kebangsaan

SURABAYA, CAKRAWALA.CO-Anggota komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, SE, M.A.P mengajak teman-teman mahasiswa menjaga 4 pilar kebangsaan. Dalam seminar nasional empat pilar kebangsaan, penguatan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang Undang Dasar 1945 (PBNU). Rabu 27 November 2019.

Berlokasi di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) gedung O1 Lt. 1 Kampus UNESA Lidah Wetan, Surabaya. Seminar nasional kebangsaan yang menghadirkan Arzeti sebagai pembicara dan Rojil Nugroho Bayu Aji, S.Hum.,M.A, dosen yang memberikan tambahan materi kali ini terkait wawasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Juga hadir Wakil Rektorat III, bidang kemahasiswaan dan alumni, Dr. Agus Hariyanto, M.Kes dan Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan, Heriyanto Susilo, S.Pd, M.Pd.

Dalam sambutanya Arzeti memaparkan kita mempunyai rumah. Rumah kita ini adalah rumah Indonesia, dimana di dalam rumah itu banyak keberagaman suku, bahasa, dan ras. Kita harus punya satu pilar yang bisa mempertahankan, yang bisa menguatkan dan keberagaman yaitu empat pilar atau PBNU.

Berbicara Pancasila adalah Ideologi Bangsa Negara kita, dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana kita tau masyarakat Indonesia memiliki keberagaman agama dimana kita tidak bisa berbicara mayorita, minoritas pun juga harus dikedepankan untuk saat sekarang. Artinya sama-sama menjaga menghormati agar tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan.

Nilai kekeluargaan dengan sesama warga tanpa membedakan agama dan keyakinan, nilai kekeluargaan menunjukan kesadaran dan kesediaan serta menempatkan diri sebagai bagian keluarga besar bangsa Indonesia. Kekeluargaan juga mengandung semangat kebersamaan, membawa tanggungjawab saling melengkapi, saling menguatkan.

Nilai keselarasan keinginan untuk memahami dan menerima budaya dan kearifan lokal sebagai wujud dari nilai nilai kemajuan bangsa Indonesia. Nilai kerakyatan memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam merencanakan, merumuskan, menjalankan kebijakan politik untuk kepentingan rakyat banyak dan menunjukan bangsa yang berdaulat.

Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan perwakilan mengandung makna suatu pemerintah dan rakyat, oleh rakyat untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat menganut paham demokrasi yang lebih mungutamakan pengambilan keputusan melebihi musyawarah mufakat.

Nilai keadilan berbuat adil terhadap sesama manusia dan mewujudkan keadilan bagi seluuh rakyat Indonesia.

Peserta seminar  mendapatkan materi dalam seminar 4 pilar. (Foto/ist)

“Sahabat-sahabat mahasiswa pembahasan pembicara mengenai sosialisasi empat pilar, sebagai generasi millennial yang akan memperjuangkan bangsa dan negara ditangan kalian. Karena saat sekarang kesuksesan sebauh bangsa ada ditangan anak mudanya sebagai penerus,” pesan Arzeti kepada para mahasiswa UNESA.

Ditambahkan wakil rakyat yang berangkat dari Dapil Surabaya-Sidoarjo, kini generasi millenial sangat gemar sekali bermedsos. Yang paling penting saat ini bagaimana kita bisa cerdas dalam bermain bermedsos dengan baik memberikan influencer, memberikan energy positif bicaralah di medsos hal-hal yang memotifasi. Jangan menbuat kecemburuan, keresahan, sehingga timbul ucapan perkataan yang memancing emosi.

Sementara itu di tempat yang sama mahasiswa fakultas Pendidikan Nida, menjelaskan setelah mengikuti seminar kebangsaan bersama anggota komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina. Dirinya mengaku mendapatkan ilmu tentang kebangsaan lebih terperinci.

“Kita dalam kuliah mendapatkan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan mungkin itu belum bisa membangkitkan rasa kebangsaan kita kepada Indonesia. Dengan mengikuti seminar kebangsaan 4 pilar, kita dapat wawasan ilmu pengetahuan yang lebih, jika di dalam kelas kita mendapatkan terorinya. Terus di seminar ini kita dijelaskan secara lebih terperinci,”ujarnya. (Win)

 

 

 

 

%d bloggers like this: