Cakrawala News
Portal Berita Online

Arzeti Bilbina Ingatkan Implementasi Sila ke-5 Dalam Perjuangan R.A Kartini

0 15

SURABAYA, CAKRAWALA.CO – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Arzeti Bilbina S.E M.AP, dalam kegiatan sosialisasi 4 pilar bersama Orangtua Paud, Guru dan warga Tubanan, Surabaya, Jawa Timur 15 April 2021. Pada moment memperingati hari lahir Raden Ajeng (RA) Kartini, Setiap tanggal 21 April. Mengingatkan kepada masyaarakat kita akan memperingati hari lahir seorang perempuan inspiratif yang sangat besar jasa nya bagi kemajuan perempuan Indonesia. Raden Ajeng (RA) Kartini merupakan pejuang sekaligus pelopor kemajuan kaum wanita di Indonesia.

“Berkat pemikiran dan usahanya, perempuan-perempuan Indonesia memiliki pendidikan dan hak yang sama dengan laki-laki. Karena jasanya, RA Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Naional. RA Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jeparayang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kartini untuk mengenang perjuangan/pemikiran R.A Kartini dalam menyetarakan derajat kaum wanita Indonesia dan mencerdaskan generasi muda lewat literasi,” Tutur Bunda Arzeti, paggilan akrab politisi Partai Kebangkitan Bangsa dalam sambutanya.

Masih kata Arzeti, mengenang RA Kartini tidak semata-mata soal emansipasi wanita tetapi juga mengenai jasanya  soal menggali dan merawat ingatan mutiara Pancasila, semangat persatuan dan gotong royong dalam memperjuangkan kemajuan bangsa dengan cara memperjuangkan akses pendidikan bagi semua rakyat untuk membentuk masyarakat yang cerdas dan berpendidikan agar dapat mengangkat derajatnya dan megharumkan nama bangsanya.

Melalui pemikirannya, Kartini menyumbang sila-sila dalam Pancasila:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa,
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,
  3. Persatuan Indonesia,
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,  dan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

“Upaya RA Kartini untuk mengatasi sekat sosial dengan mendorong upaya mencerdaskan generasi muda lewat pendidikan yg merupakan salah satu perwujudan sikap keadilan sosial. Di tengah kondisi ketertinggalan perempuan masih cukup tinggi dan tingkat literasi yang rendah, kita dihadapkan pada tantangan untuk bagaimana menjadikan Pancasila ini sebagai alat juang sekaligus cita-cita dalam merubah kondisi perempuan dan mencerdaskan masyarakat,” Ujarnya.

Meskipun terkungkung adat, tetapi R.A. tetap berani dan optimis untuk memperjuangkan hak kaum wanita Indonesia. Melalui tulisan-tulisannya, beliau juga menyuarakan bahwa perempuan harus keluar rumah, belajar, dan mengejar cita-cita, tak sekadar mengurus rumah tangga. Melalui peringatan Hari Kartini, kita terus mendorong upaya menghidupkan semangat kebangkitan dan persatuan Indonesia serta gotong royong dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan. (Win)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.