Cakrawala News
Portal Berita Online

Arya Wedakarna Mengaku Jadi Sasaran Tembak

3

JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali Arya Wedakarna mengaku jadi sasaran tembak dan menjegal langkah politiknya untuk maju menjadi calon gubernur Bali, lantaran dibully dalam insiden dugaan persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad.

“Ini sentimen pribadi. Yang jelas ada agenda terselubung yang sasaran tembaknya adalah saya,” kata Wedakarna dalam keterangan resminya di DPR Jakarta Rabu (13/12/2017) seperti dilansir Baliberkarya.com (13/12/2017).

Wedakarna mengaku memiliki bukti yang intinya adalah dengan mempolisikan dirinya maka ia tidak akan jadi Gubernur.

ads bukopin

Para pelapor melaporkan tindakannya ke Polisi berdasarkan dugaan bahwa Arya Wedakarna berada di balik insiden penjegalan terhadap ustad Somad di Bali yang akan berceramah dalam rangka maulid Nabi Muhammad SAW pada 8-10 Desember 2017.

Ketika itu puluhan orang berunjuk rasa dan merangsek ke Hotel Aston Denpasar tempat ustad Somad menginap. Mereka mengusir ustad Somad karena tidak NKRI dan tidak Pancasila. Mereka menekan Abdul Somad menandatangani pernyataan sebagai pendukung NKRI dan Pancasila. Namun Ustad Somad menolak, dengan alasan mereka tidak memilki kapasitas, tidak jelas legalitasnya. Ia bukan perampok dan pencuri. Padahal Ustad Somad adalah mahasiswa penerima beasiswa untuk kuliah di Mesir dan telah lulus pancasiladan P4, demikian juga lolos PNS sebagai dosen yang juga lulus Pancasila dan P4. Ustad Somad baru boleh ceramah setelah menyanyikan Indonesia Raya.

Laskar Bali ketika berunjuk rasa menokak Ustadz Somad (foto: Pos metro)

Sebelum kelompok masyarakat berunjuk rasa, sempat beredar berita penolakan melalui twitter dan facebook dari akun Arya Wedakarna.

“Siapapun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung.” “Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapapun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali,” kata Wedakarna melalui fans page Facebook @dr.aryawedakarna, Jumat (1/12/2017).

Wedakarna menyebut, penolakan itu merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah viral di medsos beberapa hari sebelumnya. Ia juga meminta Polri memeriksa penyelenggara Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad.

“Untuk aparat Polri, mohon diperiksa siapa penyelenggara program ini? Dan apa motif panitia lokal di Bali untuk mengundang atau mau menerima sosok yang tidak disukai oleh umat Hindu sebagai mayoritas? Apa ada skenario adu domba umat?” kata Arya Wedakarna. (fur)

 

 

Comments are closed.