Cakrawala News
Portal Berita Online

Ariano Sitorus : PT MPM Akan Kembali Menata Ulang Lahan Miliknya

31

CIANJUR,CAKRAWALA.CO- PT Maskapai Perkebunan Moelia  (PT MPM) pemilik lahan ditanami teh seluas lebih kurang 1.020 hektare, di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan menata kembali lahan hak guna usaha (HGU) yang sudah dikelola selama lebih dari 20 tahun. Hal itu dilakukan setelah terjadinya upaya penjarahan lahan tanpa ijin diduga dilakukan oknum masyarakat dari luar wilayah perkebunan.

Menurut kuasa hukum PT MPM, Ariano Sitorus, pihaknya akan menata kembali lahan perkebunan yang selama ini banyak diganggu oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab yang seolah olah memiliki lahan tersebut.

“Sekarang kami akan menata kembali lahan perkebunan yang selama ini banyak diganggu orang-orang tak bertanggung jawab. Mereka seolah-olah memiliki lahan tersebut,” tegas kuasa hukum PT Maskapai Perkebunan Moelia, Ariano Sitorus, kepada wartawan, senin (19/11).

ads bukopin

Dikatakan Ariano, selama ini pihak perkebunan dan masyarakat setempat bersinergis, dan pihak perusahaan mengizinkan para petani warga setempat menggarap lahan dengan catatan berdasarkan perjanjian.

“Kami buatkan perjanjiannya. Silakan mereka garap sepanjang lahan itu belum kami gunakan. Selama ini kami tidak ada masalah dengan masyarakat sekitar perkebunan, Kami melindungi para petani yang ingin kerja sama,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Ariano Sitorus, Sejumlah oknum masyarakat yang diduga berupaya mencaplok lahan milik perkebunan dan mengklaim lahan itu, “Permasalahan mulai muncul sekitar 2-3 tahun belakangan, mereka mengajukan gugatan hukum. Namun di pengadilan sekelompok oknum masyarakat itu kalah lantaran tak memiliki bukti kuat kepemilikan,” kata Ariano.

“Lahan kami yang diklaim milik mereka sekitar 100 hektare. Sekarang kami mau menguasai lahan yang diklaim tersebut. Jelas-jelas itu lahan milik kami, Sangat disayangkan dengan aksi main serobot lahan seperti itu, sandainya ada permohonan sesuai prosedur dan itikad baik, pihak perusahaan akan mempersilakan mereka memanfaatkan lahan tersebut,” ujarnya.

 

Sementara itu, Eko salah satu penggarap di lahan HGU Blok Galuguk mengaku kepada wartawan mengaku, dia sudah lama bercocok tanam di lahan HGU milik PT MPM tersebut.

Kata Eko, lahan yang digarapnya itu sebelumnya sangat garung dan seperti terlantar. namun dia mencoba untuk membersihkan dan bercocok tanam.

Bahkan, Eko mengaku tidak tahu adanya penataan ulang dari PT MPM. Namun jika benar adanya, Eko berharap ada uang pengganti dari MPM karena menurutnya saat ini lahan yang dulunya sempat garung itu kini sudah bersih dan di jadikan lahan untuk bercocok tanam.

“Saya malah baru tahu kalau ada penataan yang dilakukan oleh pihak PT MPM, lahan saya tidak jauh dengan rumah Poktan Membumi. Saya berharap ada uang pengganti dari PT MPM,” tutupnya.***(d_hen)

Comments are closed.