Cakrawala News
Portal Berita Online

Angka Positif Covid di Garut Diperkirakan Masih Akan Terus Naik

0 102

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 mencatat sudah hampir 970 orang dari berbagai klaster terkonformasi positif covid 19.

Tim Medis Gugus Tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Garut kembali melakukan Rapid Survey di 20 Kecamatan, yang terdiri dari 25 Puskesmas dan 35 desa se Kabupaten Garut untuk memastikan peta penyebarannya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (Kabid P2) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, dr Asep Surahman MKM mengatakan pihaknya terus berupaya memetakan kondisi terakhir kabupaten Garut terkait pandemi covid yang masih terus mengkonfirmasi positif.

ads bukopin

“Kita menggunakan C Survey, Rapid Survey, itu sudah dihitung. Yang terpilih sekitar 35 desa secara random, kemudian ini di 25 Puskesmas dari 20 kecamatan, kita akan random semuanya, masing-masing satu desa itu diwakili oleh 7 masyarakat umum dan 7 ASN. Sehingga kita bisa petakan daerah mana yang memang membutuhkan intervensi lebih dari daerah lainnya,”kata dr Asep Surahman, kepada wartawan, Senin (09/11/2020).

Asep menyatakan tingkat kepatuhan masyarakat di Garut, masih dibawah data nasional dibawah 50%. Survey ini.

“butuh waktu dua atau tiga minggu kedepan dan untuk sample sekitar 420 orang yang memenuhi syarat untuk rapid survey dari 20 kecamatan, 25 puskesmas dan 35 desa.”ungkapnya.

Asep memastikan tingkat kepatuhan warga untuk menggunakan protokol kesehatan masih perlu terus diingatkan.

“Kita akan fokus ditingkat kepatuhan, sejauh mana mereka mematuhi protokol kesehatan dan kita pun akan lihat persepsi dan isu apa di masyarakat, apa karena Hoax, atau Covid-19 sesungguhnya, persepsi mereka berkembang yang jauh dari yang kita inginkan. Sehingga kita bisa mempetakan, mapping dilapangan daerah mana saja yang butuh intervensi, sosialialisasi untuk menyamakan persepsi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyampaikan masih tingginya angka yang terkonfirmasi positif itu karena,  tracking tracing yang dilakukan pihaknya masih banyak. Para petugas medis terus aktif, teliti dan masif.

“Siapa pun yang kontak erat pasti dilakukan tracking tracing, dan sampai hari ini ada 35 ribu yang telah dilakukan tracking tracing. Yang wajib itu kan hanya 26 ribu, kita sudah lebih 9 ribu,”ungkapnya.

Helmi menambahkan sejauh ini pihaknya tidak akan menghentikan tacking dan tracsing untuk  menjaga masyarakat jangan sampai ada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berkeliaran, kontak erat, kemudian menularkan lagi.

“Jumlah penambahan pun, diprediksi akan terus tinggi, tapi ini bukan menakut-nakuti masyarakat, mereka harus waspada, berupaya sama-sama bagaimana bisa melakukan upaya-upaya pencegahan, pemutusan rantai penyebaran virus.”ujarnya.

Helmi menegaskan dengan keterbukaan, pihak Gugus Tugas dan Pemerintah akan lebih mudah melakukan pemeriksaan dan menganganinya.

“tentu saya juga meminta kepada masyarakat tetap optimis, tenang memelihara suasana hati dan kejiwaan agar senang, karena itu adalah bagian daripada imunitas,” tukasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.